Rasa Itu Tiba-Tiba Datang
Setelah mengikuti kegiatan bimbingan penulisan abstrak artikel jurnal ilmiah, bersama sisulung aku bergegas kerumah ibu. Ayah dan ibu memang sudah tiada. Di rumah itu kini tinggal Kaka keduaku dan istri almarhum Kaka pertamaku serta dua orang anaknya. Walau ayah dan ibu telah tiada, namun kegiatan rutinku berkunjung kesana tetap berjalan. Karena bagiku keluarga adalah segalanya. Apalagi kini aku hanya tinggal berdua. Satu persatu orang-orang yang kucintai dan mencintaiku pergi meninggalkanku untuk selama-lamanya. Pertama bapa, yang pergi karena kanker yang menyerangnya. Bapa pergi tepat di hari ulang tahunku yang ke 40. Tujuh tahun yang lalu di rumah sakit Cipto Mangun Kusumo Jakarta. Selang beberapa tahun kemudian Kaka pertamaku. Ia pergi meninggalkan tiga orang anak dan istri. Kaka pergi begitu mendadak. Pagi hari saat aku akan berangkat kerja, ia mengeluh tak enak badan. Siang hari saat disekolah ku mendapat kabar, Kaka telah tiada. Yang ketiga ibu. Setelah sekian b...