Sabtu, 27 Juni 2020

Pelaksanaan PPDB Di Sekolah Luar Biasa


Berdasarkan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 4/2020 mengarahkan agar Dinas Pendidikan dan pihak sekolah di setiap daerah menyiapkan mekanisme PPDB yang mengikuti protokol kesehatan di tengah masa pandemi. 

Seperti diketahui, mekanisme PPDB daring sudah mulai digunakan beberapa daerah pada tahun ajaran 2011/2012. 

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 44/2019 menjelaskan bahwa PPDB dibagi menjadi lima tahap, yakni pengumuman pendaftaran penerimaan calon peserta didik baru dilakukan secara terbuka; pendaftaran; seleksi sesuai dengan jalur pendaftaran; pengumuman penetapan peserta didik baru; dan daftar ulang.

Dimasa pandemi sekarang ini, pelaksanaan PPDB berlangsung secara daring, disekolah kami yang merupakan sekolah untuk anak berkebutuhan khusus juga melaksanakan PPDB sesuai prosedur dan arahan dari Disdik Provinsi Jawa Barat. 

Di awali dengan rapat sosialisasi PPDB secara daring sekitar bulan Mei, bersama bapa kepala sekolah dan rekan-rekan guru, dimana kami membahas mekanisme PPDB, pembentukan panitia PPDB, penetapan kuota jumlah siswa dan kelas, dan lain sebagainya.

Setelah terbentuk panitia kamipun bekerja sesuai dengan tugas masing-masing, diantaranya membuat player pengumuman PPDB yang kemudian kami sebar di media sosial, menyusun mekanisme untuk mengasesment calon siswa baru dan membuat WAG PPDB sebagai alat komunikasi selanjutnya dengan para orang tua calon peserta didik baru.

Untuk pendaftaran kami membuka link pendaftaran yang kami buat melalui google form, dimana disana para orang tua calon peserta didik baru mendaftar dengan mengisi biodata dan menguploud semua berkas persyatan yang telah ditentukan. Sedangkan untuk assesment, tim assesment membuat Vidio tutorial cara mengasesment siswa, kemudian membagikannya di WAG orang tua untuk dilakukan oleh orang tua, jadi disini orang tua yang melakukan assesment dengan mengikuti panduan yang telah dikirimkan melalu Vidio tadi.

Setelah selesai semua proses pendaftaran dan assessment, kemudian kami kembali melakukan rapat untuk menetapkan siswa yang diterima ditiap jenjangnya. Setelah diputuskan bersama dan telah ditentukan semua calon siswa yang diterima, kami membuka link daftar ulang, untuk mendata semua calon siswa yang diterima. Selesai mendaftar ulang pada link yang disediakan, kamipun mengumpulkan semua berkas dengan cara meminta orang tua siswa untuk datang kesekolah menyerahkan berkas. 

Mekanisme pengumpulan berkas inipun kami lakukan sesuai dengan standar protokol kesehatan yang telah ditentukan, yaitu dengan mengatur jam dan hari kedatangan disetiap jenjangnya agar tidak terjadi kerumunan dan mengatur jarak, mengecek suhu tubuh setiap orang tua yang datang, menyediakan sabun dan tempat cuci tangan serta memakai masker. 

Alhamdulilah akhirnya pelaksanaan PPDB disekolah kamipun selesai dan berjalan dengan lancar.

Bekasi, 26 Juni 2020

Jumat, 26 Juni 2020

Resume Hari ke 12

Membangun Branding Melalui Blog dan Media Sosial Bersama Namin AB Ibnu Solihin
Oleh: Kartini,S.Pd


Namin AB Ibnu Solihin adalah  founder motivator pendidikan.com, untuk mengenal lebih dekat dengan beliau bisa searching nama nya di Google. Atau bisa buka link berikut ini https://motivatorpendidikan.com/index.php/2015/08/29/profil-namin-ab-ibnu-solihin/



Beliau juga telah membagikan secara Gratis lebih dari 250 materi training di slideshare.net, Dilihat oleh lebih dari setengah juta kali dan di download sekitar 7 Ribu kali setiap tahunnya. Linknya sebagai berikut https://www.slideshare.net/mobile/naminsekolahakhlak

Media sosial yang beliau miliki diantaranya Instagram @motivatorpendidikancom,  YouTube Motivator Pendidikan Com.

Pada malam ini beliau memaparkan materi bagaimana membangun Branding melalui Blog dan Media Sosial.

Namin AB mulai Ngeblog tahun 2007, melalui blogspot.com, saat itu ia ngeblog untuk mengisi waktu luang saat istirahat mengajar. Tulisan di Blog juga masih sangat beragam, bahkan lebih banyak curahatan hati.

Lebih dari 10 blog pernah ia buat di blogspot.com, kini semua blog tersebut sudah ia hapus semua. 

Hingga akhirnya disekitar tahun 2013  beliau  mengenal guraru.org, sebuah blog yang diisi oleh guru-guru kreatif, diantara para pemenangnya adalah yang sudah mengisi materi sebelumnya yaitu Pak.Agus Sampurno dengan Brandnya Guru Kreatif, Om Jay Wijaya Kusuma dengan Brandnya Guru Blogger dan Bang Dedi Dwitagama.

Keinginan untuk menulis lebih baik lagi, akhirnya ditahun 2013 beliau mengikuti Teacher Writing Camp angkatan ke-3, yang digagas oleh Om Jay dan teman-teman.

Pada tahun 2014 beliau  dan Om Jay bersama teman-teman menggagas berdirinya Komunitas Sejuta Guru Ngeblog, pada tahun 2014-2015 mereka Komunitas Sejuta Guru Ngeblog memberikan Pelatihan Guru Ngeblog Gratis bagi guru di Jabodetabek.

Tahun 2014 juga awal belaiu mulai membangun Branding lewat blog. Perjalanannya membangun Branding bisa dibaca di profil belaiu pada link di atas.

Singkatnya akhirnya pada tahun 2015 beliu melaunching www.motivatorpendidikan.com, seluruh konten tulisannya berisikan berbagai jenis program training yang belaiu isi.

Sebelum website tersebut di launching, beliu banyak mencurahkan gagasannya tentang pendidikan di Blog https://motivatorkreatif.wordpress.com

Membangun Branding memang tidak mudah, tapi jika kita sungguh-sungguh Insya Allah ada kemudahan, demikian ungkapnya.

Membangun Branding juga harus sejalan dengan kompetensi yang kita miliki. Jangan coba-coba membangun Branding tertentu tapi tidak punya Ilmunya.

Membangun Branding melalui blog juga harus selaras dengan kepribadian kita di Blog, Medsos dan segala aktivitas yang kita lakukan.

Menulis konten Blog dengan konsisten pada Branding yang kita miliki adalah kewajiban yang harus ditaati. Kala mau dikenal sebagai pakar pendidikan misalnya, ya sudah konsisten nulis hal-hal yang berkaitan dengan hal tersebut.

Hingga akhirnya ketika orang berbicara "Motivator Pendidikan" mereka, Akhirnya akan mengingat "Namin AB Ibnu Solihin". Demikian contoh yang beliu ungkapkan.

Menulis dan membangun Branding telah mengantarkannya keliling Indonesia, beliau telah mengisi training setidaknya dilebih dari 300 lembaga, sejak tahun 2014-sekarang.

Lengkapnya materi membangun Branding Melalui Blog dan Media Sosial beliu bagikan lewat link di bawah ini.

Demikian pengantar materi yang disampaikan oleh Pa Namin AB malam itu.
Semoga bermanfaat dan tetaplah bersemangat untuk menjadi pribadi yang menginspirasi, menggerakkan dan meneladani, pungkasnya.

Malam itu beliau juga membagikan begitu banyak tips dan trik lewat link yang dibagikannya. Diantaranya:
Materi di: http://Slidshare.net
Materi 60 ice breaking di:
https://www.slideshare.net/mobile/naminsekolahakhlak/materi-60-ice-breaking-dan-game-pembelajaran-kreatif-2019

Terakhir beliau menutup kelas dengan memberikan semangat dan motivasi sebagai berikut:
Teruslah bersemangat untuk memantaskan diri menjadi pribadi yang menginspirasi, menggerakkan dan meneladani.

Terus belajar dengan banyak sumber.

Banyaklah membaca buku. Karena kita tidak mungkin bisa menulis jika malas membaca* 

Jadilah sebaik-baik manusia yang bisa memberi manfaat untuk banyak orang.

Jika belum paham tentang Branding, tidak usah dipusingkan.

Fokus saja menulis sesuai dengan kemampuan kita. Demikian resume kelas menulis malam ini
Terimakasih, semoga bermanfaat.


Kamis, 25 Juni 2020

Resume Hari Ke 10

Mengenal Personal Branding Bersama Pak Agus Sampurno



Belajar Menulis Gelombang 12
Pertemuan ke 10         : Senin, 22 Juni 2020
Waktu                         : 19.00 - 22.00 WIB
Pemateri                      : Agus Sampurno


Malam itu menginjak pertemuan ke 10 dalam kelas belajar menulis bersama Om Jay dan kawan-kawan. Pada pertemuan kali ini saya kurang pokus dan tertinggal dalam mengikuti kelas, hal ini bukan disebabkan semangat saya yang tak ada atau materi yang kurang menarik. Bukan! Sama sekali bukan karena itu. Saya terlambat mengikuti kelas karena menemani ibu yang sedang sakit, dimana beliau menginginkan agar saya tidak memegang HP saat didekatnya, demi menjaga hati dan perasaannya, sayapun membiarkan HP tetap berada didalam tas, walau ratusan chat belum saya buka apalagi terbaca. Lepas menjelang Isya barulah saya pamit kepada ibu, untuk pulang kerumah, setelah dirumah barulah saya membuka HP, dan  chat pertama yang saya buka adalah grup kelas menulis bersama Om Jay, sebab saya selalu ingat jadwal belajar dikelas menulis ini, namun apa daya malam ini saya sudah tertinggal jauh, saat saya buka sudah  berbagai quis yang dikerjakan oleh teman-teman. Sayapun berusaha untuk membaca satu persatu untuk memahami apa maksud dari quis –quis ini. Setelah saya telusuri chat-demi chat malam itu, sedikit demi sedikit saya mulai memahami materi malam itu, dimana pada malam itu, kelas di isi oleh seorang praktisi dan pemerhati pendidikan , Beliau adalah Pak Agus Sampurno, narasumber kelas menulis malam ini.

Setelah saya telusuri chat satu persatu, baru saya memahmai bahwa malam ini Pak Agus mengawali kelas belajar menulis malam ini dengan mengajak peserta untuk mengerjakan kuis melalui quizizz. Sayapun berusaha membuka salah satu link quis yang ada dan mencoba mengerjakannya, walaupun masih dalam rasa bingung apa maksud dari quis ini. Masih dalam kebingungan saya kemudian  Pak Agus melanjutkan dengan memberikan tugas menulis dengan judul yang diberikan pak Agus. Judul yang dibuat pak Agus diambil berdasarkan analisis jawaban para peserta saat mengerjakan quis.


Ketentuan menulisnya sederhana saja. Hanya menulis artikel sepanjang 150-300 kata. Di unggah di blog masing-masing. Menggunakan tema atau judul yang sudah diberikan sesuai karakter masing-masing. Langsung diunggah malam ini juga. Sayapun langsung mengerjakan tugas menulis malam itu, judul yang saya ambil adalah tiga cara guru tetap optimis dimasa new normal

Pak Agus tidak memaparkan materi banyak, tetapi langsung  memberi tugas membuat artikel. Materi yang beliau sampaikan yaitu tentang personal branding.
Apa itu personal branding?
Berikut pemaparan Pak Agus tentang Personal Branding.

Pengertian Personal Branding
Ilham Mubarok menuliskan dalam niagahoster.co.id bahwa personal branding adalah cara mempromosikan diri beserta capaian karir juga keahlian yang dimiliki. Semua orang membutuhkan personal branding. Bukan hanya pelaku bisnis, guru pun membutuhkan personal branding. Personal branding positif yang kuat akan mendatangkan kepercayaan.

Nah sedangkan menurut Agus Sampurno yang dituliskan oleh Theresia Sri Rahayu dalam blognya cikgutere.com, personal branding adalah bagaimana kita membangun dan mempromosikan apa yang kita perjuangkan. Melalui kesimpulan kelas malam ini, pak Agus juga menekankan bahwa personal branding adalah aspek dimana kita dikenal karena hal yang menjadi fokus kita.

Branding erat kaitannya dengan pembeda. Apa yang membedakan kita dengan orang lain terutama orang lain dengan profesi atau minat sejenis. Lebih lanjut, personal branding merupakan kombinasi unik antara keterampilan yang kita miliki dan pengalaman yang membuat kita menjadi seseorang yang saat ini. Itulah mengapa personal branding dapat membedakan kita dengan orang yang memiliki keterampilan yang sama. Tentu karena pengalaman setiap orang berbeda-beda.

Manfaat personal Branding
Masih bersumber pada tulisan Ilham Mubarok. Membangun personal branding penting agar memudahkan orang mengenali kita. Personal branding yang baik membuat kita mudah dikenali baik secara personal maupun profesional. 

Di era digital ini, personal branding menjadi semakin penting. Bahkan perusahaan yang sedang mencari karyawan sekarang cenderung untuk melihat jejak digital para calon karyawannya. Tujuannya jelas, untuk mengetahui keterampilan, prestasi, karir dan tentu personal. 

Pak Agus Sampurno dalam blognya gurukreatif.wordpress.com juga mengamini hal ini. Memperkenalkan diri melalui kartu nama sudah lewat masanya. Saatnya memperkenalkan diri melalui jejak digital.

Menulis dan Personal Branding
Mengapa harus menulis? Dalam kaitannya dengan personal branding tulisan di media sosial atau blog tentu akan menjadi jejak digital kita. Tulisan kita akan menjadi resume bahkan identitas siapa kita. Mengapa tulisan kita harus di unggah di media sosial? Ya tentu agar orang lain tahu. 

Menulis adalah kegiatan mudah tapi penuh tantangan. Mudah kalau mau nekat memulai, menulis apa saja. Penuh tantangan karena tidak semua orang mau menerima tantangan untuk nekat menulis . belum lagi rasa malas dan rasa-rasa yang lainnya yang kerap menghambat keinginan kita untuk menulis.

Sebagai guru, menurut pak Agus, menulis berarti menata kata dan pikiran. Jika sebagai guru masih sering belibet, tidak runut, berputar-putar saat mengajar di kelas, maka kemungkinan besar bahwa guru yang bersangkutan kurang menulis.

Jika anda guru tanpa menulis hanya akan menjadi guru biasa yang mencari penghasilan. Dengan menulis "kelas" anda sebagai guru akan naik menjadi guru kreatif dan inspiratif bagi orang lain yang membaca tulisan anda.
-Agus Sampurno-


Membangun Personal Branding Melalui Tulisan
Bagaimana membangun personal branding melalui tulisan? 

Langkah pertama adalah temukan tema atau topik yang kita sukai. Apakah harus tema yang kita sukai? Sebenarnya tidak, tapi bukankah jika kita menggeluti apa yang kita sukai akan lebih nyaman dan senang menjalaninya.

Langkah kedua, gali tema tersebut terus menerus. Belajar dan terus belajar mengenai tema yang sudah kita pilih. Hal penting yang harus dilakukan dalam proses belajar ini adalah harus ngotot. Tidak perlu menjadi ahli terlebih dahulu untuk membranding diri kita. Kita hanya perlu menjadi orang paling ngotot dalam belajar dan mendalami apa yang kita suka.

Ketiga, kabarkan kepada dunia apa hasil belajar kita. Kabarkan apapun itu hasil belajar kita. Entah itu berhasil ataupun gagal. Dengan berbagi kita telah menebar manfaat walau berasal dari kegagalan kita. Karena dari kegagalan, orang bisa belajar. Bisa mengambil hikmah. 

Sekarang masalahnya adalah bagaimana agar orang mau dengan sukarela membaca tulisan kita. Tentunya agar semakin banyak orang yang mendapatkan manfaat. Kuncinya ada di judul. Judul-judul yang diberikan pak Agus di awal kuliah seperti yang saya ceritakan di atas, mengandung kata-kata ajaib. 

Resep, mudah, cara, sukses, tips, manfaat, baru. Gunakan salah satu atau kombinasi dua dari kata tersebut dalam menuliskan judul. Mengapa memilih kata-kata tersebut? Karena secara alamiah orang akan cenderung tertarik dengan kata-kata tersebut. 

Dalam menulis aspek judul harus diutamakan. Artinya harus dipertimbangkan dengan seksama. Karena melalui judul orang bisa penasaran sehingga tertarik dan dengan sukarela akan membaca. Judul juga akan membuat penulisnya memiliki personal branding.

Itulah resume yang dapat saya tulis pada pertemuan kali ini, walau sangat terlambat saya menuliskannya. Tatap semangat dan terus belajar bersama di grup menulis.

Bekasi, 25 Juni 2020

Rabu, 24 Juni 2020

Kisah kelulusan

Angkatan Korona


Pagi ini si Kaka bangun pagi ga seperti biasanya, bangun cepet langsung mandi, dandan dan pake baju kebaya.

Ceritanya mau foto wisuda kelulusan bersama teman-teman dan gurunya disekolah.

Acara yang sangat sederhana, hanya penyerahan piala, pengalungan medali dan foto, tanpa ada acara seremonial seperti layaknya perpisahan sekolah pada tahun-tahun sebelumnya, tanpa ada Snack apalagi makan siang he he.

Alhamdulilah semoga walau hanya sesederhana ini, bisa mengobati rasa kecewa mereka yang merayakan kelulusan mereka tak seperti kaka tingkatnya.

Dan Alhamdulilah Kaka bisa menjadi lulusan terbaik ke 2...

Selamat ya ka..
Semoga dijenjang selanjutnya Kaka bisa lebih baik lagi prestasi dan ibadahnya, dan mudah2n bisa masuk disekolah yang Kaka inginkan
Aamiin...Yarobbalalamiin...
Kaka lulus dimasa korona,
Kelulusan yang sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Perpisahan yang sudah direncanakan sebaik mungkin kini tinggal wacana. Kegiatan belajar mereka usai sebelum waktunya.


Angkatan tahun 2020 mungkin akan jadi angkatan yang sangat berbeda dengan angkatan sebelumnya, karna mereka sudah  tak bersua sebelum perpisahan , namun jika kalian sukses dimasa depan nanti,  ini akan mejadi cerita dan sejarah untuk anak cucu kalian nantinya .

Angkatan 2020  mengalami banyak tantangan, rintangan ,dan cobaan yang di alami ,dimana pernah mengalami percobaan kurtilas , percobaan UNBK , dan sekarang kalian tidak bisa bergerak kemana-mana dan hanya bisa berkurung dirumah saja.

Namun yakinlah apapun yang kalian alami sekarang, tetap akan memberi cerita yang tak kalah menariknya dengan Kaka-kaka tingkat kalian.
Kalian lulus dimasa Korona, ada cerita tersendiri dalam lembar kisah kalian.


Semoga keberhasilan, kemudahan dan kesuksesan selalu menyertaimu..
Aamiin yarobbalalamiin....

Bekasi, 21 Juni 2020

Senin, 22 Juni 2020


Tips Guru Tetap Optimis Dimasa New Normal
Oleh: Kartini,S.Pd


Menurut Wikipedia Kenormalan baru, atau dalam bahas Inggris New Normal adalah sebuah istilah dalam bisnis dan ekonomi yang yang merujuk kepada kondisi-kondisi keuangan usai krisis keuangan 2007-2008, resesi global 2008- 2012, dan pandemi Covid 19.

Sejak itu, istilah tersebut dipakai pada berbagai konteks lain untuk mengimplikasikan bahwa suatu hal yang sebelumnya dianggap tidak normal atau tidak lazim, kini menjadi umum dilakukan. New Normal dilakukan sebagai upaya kesiapan untuk beraktifitas di luar rumah seoptimal mungkin, sehingga dapat beradaptasi dalam menajalani perubahan perilaku yang baru. Perubahan pola hidup ini dibarengi dengan menjalani protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran dan penularan COVID-19.

Dengan diberlakukannya New Normal ini, maka semua kegiatan publik dibuka untuk umum, termasuk sekolah-sekolah yang berada di zona hijau. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memutuskan tahun ajaran baru 2020-2021 akan tetap dimulai pada bulan Juli. Dimulainya tahun ajaran baru bukan berarti kegiatan belajar mengajar siswa akan dilakukan tatap muka di dalam kelas. Oleh karena zona kuning masih mendominasi, maka sebagian besar KBM di Indonesia dilakukan melalui Pembelajaran Jarak Jauh ( Distance Learning).

Dengan keadaan yang demikian maka guru dituntut agar tetap optimis dalam melaksankan pembelajaran jarak jauh ini. Untuk itu kita sebagai guru harus tahu apa saja tips agar kita tetap optimis dalam menjalankan pembelajran jarak jauh di masa new normal ini.
Apa saja sih tips guru agar tetap optimis dimasa new normal? 

Yang dapat kita lakukan agar tetap optimis dimasa new normal diantaranya adalah:
1. Berusaha terus untuk belajar dan belajar untuk mengembangkan pembelajaran yang menarik bagi siwa dengan cara mengikuti pelatihan-pelatihan online yang kini sedang marak di medsos, 
khususnya pembelajaran yang berbasis digital yang selama ini masih awam bagi sebagian guru.

2. Selalu melakukan koordinasi dan kerjasama dengan orang tua dalam melaksanakan proses pembelajaran jarak jauh. Sebab pembelajaran jarak jauh ini sangat membutuhkan peran serta orang  tua dalam pengawasan dan pendampingan dirumah serta pemenuhan dalam akses internet   tentunya.

3. Berusaha dan berdoa agar pandemi ini cepat berlalu, dan kita dapat kembali belajar disekolah  seperti biasa. Aamiin yarobbalalamiin...

Itulah tips dari saya untuk tetap optimis dimasa new normal dalam melaksanakan pembelajaran jarak jauh. 

Bekasi, 22 Juni 2020