Kamis, 25 Juni 2020

Resume Hari Ke 10

Mengenal Personal Branding Bersama Pak Agus Sampurno



Belajar Menulis Gelombang 12
Pertemuan ke 10         : Senin, 22 Juni 2020
Waktu                         : 19.00 - 22.00 WIB
Pemateri                      : Agus Sampurno


Malam itu menginjak pertemuan ke 10 dalam kelas belajar menulis bersama Om Jay dan kawan-kawan. Pada pertemuan kali ini saya kurang pokus dan tertinggal dalam mengikuti kelas, hal ini bukan disebabkan semangat saya yang tak ada atau materi yang kurang menarik. Bukan! Sama sekali bukan karena itu. Saya terlambat mengikuti kelas karena menemani ibu yang sedang sakit, dimana beliau menginginkan agar saya tidak memegang HP saat didekatnya, demi menjaga hati dan perasaannya, sayapun membiarkan HP tetap berada didalam tas, walau ratusan chat belum saya buka apalagi terbaca. Lepas menjelang Isya barulah saya pamit kepada ibu, untuk pulang kerumah, setelah dirumah barulah saya membuka HP, dan  chat pertama yang saya buka adalah grup kelas menulis bersama Om Jay, sebab saya selalu ingat jadwal belajar dikelas menulis ini, namun apa daya malam ini saya sudah tertinggal jauh, saat saya buka sudah  berbagai quis yang dikerjakan oleh teman-teman. Sayapun berusaha untuk membaca satu persatu untuk memahami apa maksud dari quis –quis ini. Setelah saya telusuri chat-demi chat malam itu, sedikit demi sedikit saya mulai memahami materi malam itu, dimana pada malam itu, kelas di isi oleh seorang praktisi dan pemerhati pendidikan , Beliau adalah Pak Agus Sampurno, narasumber kelas menulis malam ini.

Setelah saya telusuri chat satu persatu, baru saya memahmai bahwa malam ini Pak Agus mengawali kelas belajar menulis malam ini dengan mengajak peserta untuk mengerjakan kuis melalui quizizz. Sayapun berusaha membuka salah satu link quis yang ada dan mencoba mengerjakannya, walaupun masih dalam rasa bingung apa maksud dari quis ini. Masih dalam kebingungan saya kemudian  Pak Agus melanjutkan dengan memberikan tugas menulis dengan judul yang diberikan pak Agus. Judul yang dibuat pak Agus diambil berdasarkan analisis jawaban para peserta saat mengerjakan quis.


Ketentuan menulisnya sederhana saja. Hanya menulis artikel sepanjang 150-300 kata. Di unggah di blog masing-masing. Menggunakan tema atau judul yang sudah diberikan sesuai karakter masing-masing. Langsung diunggah malam ini juga. Sayapun langsung mengerjakan tugas menulis malam itu, judul yang saya ambil adalah tiga cara guru tetap optimis dimasa new normal

Pak Agus tidak memaparkan materi banyak, tetapi langsung  memberi tugas membuat artikel. Materi yang beliau sampaikan yaitu tentang personal branding.
Apa itu personal branding?
Berikut pemaparan Pak Agus tentang Personal Branding.

Pengertian Personal Branding
Ilham Mubarok menuliskan dalam niagahoster.co.id bahwa personal branding adalah cara mempromosikan diri beserta capaian karir juga keahlian yang dimiliki. Semua orang membutuhkan personal branding. Bukan hanya pelaku bisnis, guru pun membutuhkan personal branding. Personal branding positif yang kuat akan mendatangkan kepercayaan.

Nah sedangkan menurut Agus Sampurno yang dituliskan oleh Theresia Sri Rahayu dalam blognya cikgutere.com, personal branding adalah bagaimana kita membangun dan mempromosikan apa yang kita perjuangkan. Melalui kesimpulan kelas malam ini, pak Agus juga menekankan bahwa personal branding adalah aspek dimana kita dikenal karena hal yang menjadi fokus kita.

Branding erat kaitannya dengan pembeda. Apa yang membedakan kita dengan orang lain terutama orang lain dengan profesi atau minat sejenis. Lebih lanjut, personal branding merupakan kombinasi unik antara keterampilan yang kita miliki dan pengalaman yang membuat kita menjadi seseorang yang saat ini. Itulah mengapa personal branding dapat membedakan kita dengan orang yang memiliki keterampilan yang sama. Tentu karena pengalaman setiap orang berbeda-beda.

Manfaat personal Branding
Masih bersumber pada tulisan Ilham Mubarok. Membangun personal branding penting agar memudahkan orang mengenali kita. Personal branding yang baik membuat kita mudah dikenali baik secara personal maupun profesional. 

Di era digital ini, personal branding menjadi semakin penting. Bahkan perusahaan yang sedang mencari karyawan sekarang cenderung untuk melihat jejak digital para calon karyawannya. Tujuannya jelas, untuk mengetahui keterampilan, prestasi, karir dan tentu personal. 

Pak Agus Sampurno dalam blognya gurukreatif.wordpress.com juga mengamini hal ini. Memperkenalkan diri melalui kartu nama sudah lewat masanya. Saatnya memperkenalkan diri melalui jejak digital.

Menulis dan Personal Branding
Mengapa harus menulis? Dalam kaitannya dengan personal branding tulisan di media sosial atau blog tentu akan menjadi jejak digital kita. Tulisan kita akan menjadi resume bahkan identitas siapa kita. Mengapa tulisan kita harus di unggah di media sosial? Ya tentu agar orang lain tahu. 

Menulis adalah kegiatan mudah tapi penuh tantangan. Mudah kalau mau nekat memulai, menulis apa saja. Penuh tantangan karena tidak semua orang mau menerima tantangan untuk nekat menulis . belum lagi rasa malas dan rasa-rasa yang lainnya yang kerap menghambat keinginan kita untuk menulis.

Sebagai guru, menurut pak Agus, menulis berarti menata kata dan pikiran. Jika sebagai guru masih sering belibet, tidak runut, berputar-putar saat mengajar di kelas, maka kemungkinan besar bahwa guru yang bersangkutan kurang menulis.

Jika anda guru tanpa menulis hanya akan menjadi guru biasa yang mencari penghasilan. Dengan menulis "kelas" anda sebagai guru akan naik menjadi guru kreatif dan inspiratif bagi orang lain yang membaca tulisan anda.
-Agus Sampurno-


Membangun Personal Branding Melalui Tulisan
Bagaimana membangun personal branding melalui tulisan? 

Langkah pertama adalah temukan tema atau topik yang kita sukai. Apakah harus tema yang kita sukai? Sebenarnya tidak, tapi bukankah jika kita menggeluti apa yang kita sukai akan lebih nyaman dan senang menjalaninya.

Langkah kedua, gali tema tersebut terus menerus. Belajar dan terus belajar mengenai tema yang sudah kita pilih. Hal penting yang harus dilakukan dalam proses belajar ini adalah harus ngotot. Tidak perlu menjadi ahli terlebih dahulu untuk membranding diri kita. Kita hanya perlu menjadi orang paling ngotot dalam belajar dan mendalami apa yang kita suka.

Ketiga, kabarkan kepada dunia apa hasil belajar kita. Kabarkan apapun itu hasil belajar kita. Entah itu berhasil ataupun gagal. Dengan berbagi kita telah menebar manfaat walau berasal dari kegagalan kita. Karena dari kegagalan, orang bisa belajar. Bisa mengambil hikmah. 

Sekarang masalahnya adalah bagaimana agar orang mau dengan sukarela membaca tulisan kita. Tentunya agar semakin banyak orang yang mendapatkan manfaat. Kuncinya ada di judul. Judul-judul yang diberikan pak Agus di awal kuliah seperti yang saya ceritakan di atas, mengandung kata-kata ajaib. 

Resep, mudah, cara, sukses, tips, manfaat, baru. Gunakan salah satu atau kombinasi dua dari kata tersebut dalam menuliskan judul. Mengapa memilih kata-kata tersebut? Karena secara alamiah orang akan cenderung tertarik dengan kata-kata tersebut. 

Dalam menulis aspek judul harus diutamakan. Artinya harus dipertimbangkan dengan seksama. Karena melalui judul orang bisa penasaran sehingga tertarik dan dengan sukarela akan membaca. Judul juga akan membuat penulisnya memiliki personal branding.

Itulah resume yang dapat saya tulis pada pertemuan kali ini, walau sangat terlambat saya menuliskannya. Tatap semangat dan terus belajar bersama di grup menulis.

Bekasi, 25 Juni 2020

3 komentar:

  1. first coment ternyata. Bagus Bu lengkap resumenya

    BalasHapus
  2. Bagus bu,tetap semangat kita belajar bersama di grup menulis

    BalasHapus
  3. Wah, bu kartini resumenya selalu oke.

    BalasHapus