Selasa, 06 Oktober 2020

Siswa Senang Guru Tenang


Senin, 05 Oktober 2020

Pagi seperti biasa rutinitas kujalani sebagai ibu rumah tangga yaitu menyiapkan sarapan untuk anak-anak dan suami, selesai tugas sebagai ibu, lanjut mengerjakan tugas sebagai guru, yaitu mengajar siswa-siswiku secara daring.

Tepat jam 7.00, mulai kubuka hp untuk melakukan presensi kehadiran di aplikasi K-Mob. 

Skp Mobile (K-MOB) merupakan aplikasi real time mengukur kinerja pegawai meliputi sasaran kerja pegawai dan perilaku kerja yang disinkronkan dengan data presensi pegawai, data penyerapan anggaran dan data output kinerja pegawai yang tersedia. Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2011 menjadi landasan bisnis proses aplikasi SKP Mobile yang di modifikasi sesuai kondisi, kebutuhan dan target kerja Instansi.
Dalam konsep K-MOB ini ASN dituntun untuk mengisi absen dan mengisi SKP Pribadi melalui smartphone, selain itu hal baru dari K-MOB ini adalah kinerja pribadi yang mempengaruhi kinerja Instansi secara umum dalam hal point and coin.(sumber bkd.co.id)

Selama masa pandemi, kami ASN Disdik Jawa Barat, melaksanakan tugas secara WFH. Untuk itu kamipun harus mengajukan dinas luar dalam presensi kehadiran. Di dalam K-MOB ada beberapa jenis dinas luar. Dinas luar yang kuajukan kali ini yaitu dinas luar masuk kerja. Dalam dinas luar masuk kerja ini, kami melakukan presensi masuk kerja dirumah, dan presensi pulang kerja disekolah. Hal ini kulakukan karena hari ini kami mendapat tugas kesekolah untuk membagikan pergantian uang pulsa, perlengkapan sekolah, berupa buku, alat tulis, tas dan alat kesehatan berupa handsanitizer dan sarung tangan, serta makanan sehat, kepada para siswa.

Setelah melakukan presensi dirumah, kumulai membuka laptop dan WAG kelas untuk memulai pembelajaran daring bersama siswa-siswiku. 

Pembelajaran kubuka dengan melakukan absen kehadiran, dilanjutkan berdoa bersama, kemudian melakukan percakapan di WAG dan setelah itu baru ku berikan materi pelajaran yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Selesai memberikan tugas, akupun bergegas kesekolah untuk melaksanakan tugas diatas. Dalam pelaksanaan kegiatan ini, kami tetap mengikuti protokol kesehatan dimasa pandemi ini. Setiap jenjang diatur jam pembagiannya . Untuk jenjang SMALB mendapat jadwal di jam 14.00 siang. Acara berlangsung dengan tertib dan tetap mengikuti aturan protokol kesehatan.

Acara pemberian uang pulsa disekolah kami sudah rutin dilakukan setiap bulan selama masa pandemi. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi kesulitan yang dihadapi orang tua , khususnya dalam hal ketersediaan kuota untuk belajar anak-anaknya.

Menurut salah seorang orang tua siswa, pemberian penggantian uang pulsa ini lebih tepat sasaran, dibandingkan jika diberikan kartu perdana seperti yang terjadi di beberapa sekolah umum.

Menurutnya ada seorang anak mendapatkan bantuan berupa kartu perdana yang berisi kuota untuk belajar secara daring. Tapi tidak bisa digunakan untuk belajar seperti biasa, karena memang kartu itu hanya khusus untuk aplikasi tertentu. Jika gurunya tidak menggunakan aplikasi belajar tersebut, maka kartupun tidak terpakai.

Akhirnya orang tua tetap membeli pulsa untuk memenuhi kuota belajar anaknya. 

Dengan adanya pergantian uang pulsa ini, sedikit banyak lebih memotivasi para siswa dalam belajar secara daring.
Mereka jadi lebih rajin dan semangat belajar, meskipun dari rumah. Jadi jika para siswa senang gurupun bahagia.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar