Sabtu, 07 November 2020

Mengubah Disability Menjadi Ability


F Pemuda Tunarungu Yang Sudah Menjadi Pegawai Negeri Sipil”

Setiap orang tentu mengalami banyak perjuangan dalam hidup dan berhasil bertahan melewati masalah. Seperti yang terjadi pada teman sekantor saya yang inspiratif dari sekolah tempat saya mengajar. Ia berjuang dengan penuh ketekunan dan kerja keras serta disiplin waktu yang amat tertib. Menjalankan dan melaksnakan setiap tugas-tugasnya dengan tekun.

F adalah pria difabel yang memiliki hambatan bicara dan pendengaran sejak lahir. Ia adalah alumni dari sekolah tempatku mengajar saat ini. Ia telah menjadi tenaga honor di sekolah ini sejak ia lulus SMALB .

Oleh rekan guru senior yang selalu mengurusi para tenaga pendidik dan kependidikan di sekolah ini, F dimasukan dalam daftar pegawai honorer sekolah sebagai caraka. Sejak tahun 2005 ia tercatat sebagai tenaga honorer di sekolah temaptku mengajar saat ini.

Setiap pagi, pria berusia 39 tahun ini bangun jam empat pagi untuk mulai bekerja. F tidak pernah libur satu hari pun sejak ia mulai bekerja. Menurutnya, ia senang bekerja.

Sebagai pegawai honorer sekolah yang bertugas membersihan sekolah F sangat rajin, ia selalu datang lebih awal dari rekan-rekan guru dan selalu pulang larut malam setelah sekolah sepi.

Meski Ia tidak bisa bicara, saya tahu ia sangat menghargai pekerjaannya. Ia tahu dirinya memiliki hambatan bicara dan pendengaran, jadi ia harus bekerja lebih keras dari pada yang lain untuk mempertahankan pekerjaannya," kata F.  F  telah bekerja hampir 14 tahun di sekolah ini.

Selain bertugas sebagai caraka di sekolah, F adalah termasuk anak yang berbakat dalam hal pertukangan. Ia mengerti tentang banyak hal yang berkaitan dengan pertukangan dan instalasi listrik.

Disela-sela kesibukannya sebagai tenaga honorer, ia kerap kali diminta untuk membuatkan berbagai alat rumah tangga atau memperbaiki instalasi listrik di rumah rekan –rekan guru. Seperti memasang lampu menyambungkan instalasi listrik, membuatkan kitchen set, memperbaiki saluran air yang mampet, mengecat dan lain sebagainya.

F juga piawai sekali dalam hal mendesain perlengakapan rumah. Seperti membuat meja, kursi, lemari dan lain sebagainya.

F juga seorang yang cerdas dan pandai serta pekerja keras, buah dari semua itu adalah dengan berhasilnya ia diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil pada tahun 2015. Bersama dengan para tenaga honorer lainnya yang normal.

Sebuah bukti yang ditunjukan Allah SWT, bahwa setiap ketekunan dan kerja keras pasti akan membuahkan hasil yang manis. Itulah yang dipetik F dari hasil ketekunan dan kerja kerasnya selama bertahun-tahun.

Bersambung di kisah F berikutnya😊🙏

Foto diatas F bersama para guru dan kepala sekolah saat jalan-jalan di kegiatan akhir tahun.


#Day5NopAISEIWritingChallenge

10 komentar:

  1. Luar biasa F, pantas Allah memuliakannya ya Bu

    BalasHapus
  2. Kesuksesan itu bukan milik orang cerdik pandai, tetapi kepunyaan orang yang mau berusaha lagi tekun. Sukses selalu bunda

    BalasHapus
  3. yang normal semestinya lebih able dan punya kapabilitas diri, mari belajar dari sang Disability, sudah banyak kisah inspiratif seperti ini. Gubernur NTT, mengangkat seorang Staf Ahli dari kaum Difabel.

    BalasHapus
  4. Kekuatan hati untuk tetap menjadi terbaik tidak sekamanya dimiliki bagi kita yg memiliki kekengkapan fisik. Keterbatasan tak akan membatasi

    BalasHapus
  5. Tetap bersyukur dengan apa yg didapat, Insyaallah akan menjadi manfaatnya. Aamiin
    Terimakasih untuk kisahnya Bu
    Ditunggu kelanjutannya kisah F

    BalasHapus