Jumat, 17 Juli 2020

Resume 15 juli


Panduan Menulis Artikel Bersama M.Anwar Djaelani
Oleh: Kartini,S.Pd

Kelas menulis bersama Om Jay dan Penerbit Andi malam ini, menghadirkan pembicara hebat, beliau adalah Bapa M.Anwar Djaelani, lahir di Pamekasan pada tanggal 23 April 1962. Lulusan S2 Ilmu-ilmu sosial di Universitas Air langga ini, sejak sekolah menengah atas sudah aktif di organisas sosial keagamaan. Beliau juga sudah aktif menulis artikel sejak 1996, sudah enam buku yang diterbitkan dari tulisannya. Buku karyanya diantaranya yaitu:
1. Berdekat-dekat kepada yang Mahadekat (2020)
2. Keluarga Sakinah Perindu Jannah (2019)
3. Jejak Kisah Pengukur Sejarah (2018)
4. 50 Pendakwah Pengubah Sejarah (2016)
5. Warnai Dunia Dengan Menulis (2012)

Sedangkan buku antalogi karya beliau diantaranya adalah:
1. Spirit 212, Cinta Ini Menyatukan Kita (2017)
2. 100 Tahun KH Abdullah Wasi'an, Kristolog Jago Dialog (2017)
3. Bergiat Dakwah Merajut Ukhuwah (2016)

Selain itu beliau juga mengeditori sejumlah buku diantaranya yaitu buku karya Dr. Adian Husaini dan Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi.
Aktifitas beliau yang lain yaitu sejak 2009 sudah aktif memberikan pelatihan kepenulisan, antara lain di Unair, ITS, ITB, UNIKOM Bandung, UGM, UB, Universitas Muhammadiyah Malang, UNIDA Gontor, Unissula Semarang, Pesantren Darunnajah Jakarta, Pesantren Hidayatullah Depok, Pesantren Tahfiz Al-Qur'an ibnu Abbas Klaten, Madrasah Mu'alimin Muhammadiyah yogyakarta, Remaja mesjid Jogokariyah dan ditempat lainnya. Silaturahmi dengan beliau bisa di 082 330 15 8080 atau di anwar.djaelani@gmail.com.

Malam ini beliau memaparkan materi tentang Panduan Menulis Artikel, berikut paparannya:

Menurutnya menulis artikel adalah sebuah keterampilan. Kita akan terampil jika rajin berlatih. Sikap giat berlatih akan muncul hanya jika ada motivasi yang kuat. Bagi umat Islam, motivasi muncul dari keinginan mengamalkan QS Al-Alaq ayat 1-5. Dalam surat itu ada petunjuk agar kita aktif membaca sekaligus ada pula rangsangan untuk gemar menulis.

Intinya kecakapan menulis bisa dilatih, semakin rajin berlatih maka tulisan akan semakin bagus, aktif menulis artikel bisa bermuara kepada lahirnya buku demi buku, terampil menulis artikel dapat bermuara untuk juga cakap menulis buku.

Menurutnya jika kita bersemangat menulis artikel, insya Allah kita akan naik kelas bisa menulis buku. Tent saja untuk dapat menulis kita harus memenuhi syarat, syarat untuk dapat menulis slah satunya adalah banyak membaca, sebab banyak membaca adalah modal utama penulis. Dengan sering membaca banyak keuntungan yang akan didapat seseorang, diantaranya:
  • Mendapatkan pengetahuan / wawasan baru.
  • Terbit ide untuk menulis sesuatu sebagai pengembangan dari apa yang sudah dibacanya.
  • Kaya dengan perbendaharaan kata.

Modal utama seorang penulis, apalagi penulis pemula adalah banyak membaca, tanpa membaca akan sulit untuk menjadi penulis yang baik. Sumber artikel bisa kita dapatkan dari banyak membaca, baik membaca koran, berita di televisi ataupun dari internet. Selain itu kita juga harus bersemangat dalam menulis,  sebab tulisan itu sangat besar pengaruhnya. Menurut  salah seorang pendiri Pesantren Gontor KH Imam Zarkasy (1910-1985), Bahwa, andai tak punya murid, “Saya akan mengajar dunia dengan pena”. 

ARTIKEL

Artikel adalah sebentuk karya tulis.
Tema untuk dikembangkan menjadi artikel cukup mudah kita dapatkan karena banyak tersedia di sekeliling kita. Tema bisa berasal dari isi koran, majalah, televisi, dan internet.
Untuk dapat menulis yang bagus,kita perlu membiasakan diri untuk terus menulis dan itu harus didasari pada sebuah niat yang benar. Tatalah niat kita lebih dahulu. Apa motivasi kita menulis?
Sukses apapun harus bertumpu pada dasar yang kuat yaitu niat yang baik, jika niat kita baik maka percepatan kita dalam menguasai kemampuan menulis bisa diraih.

Syarat agar tulisan dimuat di media masa yaitu, tema tulisan harus aktual dan menarik perhatian publik. Jika dua hal itu sudah dipenuhi, maka syarat pertama agar artikel kita dimuat media sudah terpenuhi. Tinggal syarat yang lain seperti, misalnya, orisinalitas gagasan, kekuatan argumentasi, dan kecermatan berbahasa.
Jika kita sudah membiasakan diri untuk menulis maka tema akan datang mengalir dengan deras,  hampir di setiap kita membaca, melihat, atau mendengar sesuatu yang “tak biasa”, biasanya lalu terbit ide untuk mengartikelkannya.

Dalam menulis artikel ini ada langkah-langkah yang perlu diperhatikan. Langkah-langkah tersebut diantaranya adalah:
  • Menetapkan tema tulisan
  • Membuat Outline (kerangka karangan) Outline kita buat untuk memudahkan pengembangan penulisan.
Pada dasarnya, alur menulis itu terangkai dalam “Tiga Besar” yaitu:
  • Ø  Pendahuluan, pada pendahuluan disampaikan secara ringkas masalah yang akan dibicarakan.
  • Ø  Pembahasan, pada bagian ini diuraikan dan dianalisis masalah yang dipaparkan di bagian pendahuluan.
  • Ø  Penutup, berisi kesimpulan dan saran dari uraian dan analisis sebelumnya..

Berikut Contoh Outline yang diberikan oleh Pa Anwar
Tetap Berseri-seri Belajar di Masa Pandemi
           Pandemi Covid-19, ujian bagi semua (1 paragraf)
           Manusia selalu diuji dengan bentuk beragam (2 paragraf)
           Sekilas Covid-19 (1 paragraf)
           Dampak negatif Covid-19 secara umum (2 paragraf)
           Dampak negatif Covid-19 di dunia pendidikan (3 paragraf)
           Sudut pandang agama, bersama kesulitan ada kemudahan (2 paragraf)
           Berbagai pilihan cara belajar di saat pandemi (4 paragraf)
           Penutup / kesimpulan; Tetap optimis di situasi apapun (1 paragraf) 
Total, ada 16 paragraf

JUDUL

Sedangkan untuk judul, kita harus membuat judul yang baik, judul yang baik harus ringkas, mampu mencuri perhatian pembaca, dan dapat memberikan gambaran umum isi tulisan kita.
Judul biasanya terdiri dari empat kata, tidak termasuk kata tugas, dan untuk lebih menarik usahakan dalam judul mengandung rima (Pengulangan kata) Berikut contoh judul yang diberikan Pa Anwar:

1.      Urgensi Meneliti dan Menulis (Jawa Pos)
2.      Menunggu Realisasi Program Buku Murah (Jawa Pos, 31/07/2008)
3.      Hukuman Guru dan Mimpi Buruk Murid (Radar Surabaya)
4.      Rindu Pemimpin Menulis Buku (Jawa Pos 17/05/2017)
5.      Menjaga Martabat Penerima Zakat (Jawa Pos)
     
YANG PERLU DIPERHATIKA DALAM MENULIS ARTIKEL

Dalam menulis artikel yang perlu diperhatikan adalah:
1.      “Lead Penggoda”.  Lead adalah pendahuluan berbentuk paparan ringkas dari masalah yang akan kita kupas. Posisi lead menempati paragraf pertama. Fungsi lead adalah penggugah rasa ingin tahu pembaca. Lead mengantar pembaca ke gagasan utama sang penulis.

2.       “Pembahasan nan Menawan”.
Di bagian ini, isinya berupa analisis atas masalah yang kita angkat. Pembahasan harus sistimatis, argumentatif, tuntas, dan ditulis dengan bahasa baku namun tetap dengan sentuhan popular. Sangat dianjurkan, perbanyak membaca artikel karya orang lain.

3.      “Penutup yang Menggugah”.

Bagian ini memuat kesimpulan dan/atau saran atas masalah yang kita kupas. Disajikan sekaligus dengan gaya pamit. 

Laed ada tiga macam yaitu:
  • 1.      Menggoda dengan pertanyaan
  • 2.      Dengan kutipan yang memikat
  • 3.      Dengan narasi deskriptif


Berikut Contoh lead dan penutup:
Judul: Guru Rajin Menulis dan Efek Besar Itu
Lead (Gaya pertama, menggoda dengan pertanyaan):
Semua orang, tanpa kecuali, harus menjadi pembelajar di sepanjang usianya. Maka, sungguh menyenangkan jika guru suka menulis. Amat membanggakan andai guru rajin menulis. Apa hubungan seorang pembelajar dengan posisi guru yang gemar menulis?

Penutup:
Sungguh, jadilah pembelajar tiada henti dengan cara menjadi guru yang penulis. Sungguh, duhai para guru, bersemangatlah untuk menjadi pahlawan yang berjasa karena banyak menghasilkan karya tulis. Karya-karya itu, semoga secara meyakinkan menginspirasi murid, orangtua murid, dan masyarakat luas. Indah!

Judul: Rindu Pemimpin Menulis Buku
Lead (Gaya pertama, menggoda dengan pertanyaan):
Di Indonesia, Hari Buku Nasional diperingati setiap 17 Mei, sedangkan Hari Buku Sedunia dirayakan setiap 23 April. Inti dua momen itu sama, yaitu mengajak kita lebih mencintai buku sebagai sumber ilmu pengetahuan. Urgensi seruan itu, meski bersifat umum, lebih terasa jika ditujukan kepada para pemimpin. Bahkan, seyogianya para pemimpin itu didorong pula aktif menulis buku. Mengapa?

Penutup:
Alhasil, kepada para pemimpin, mari tundukkan kepala: Apakah sikap rajin membaca (atas semua persoalan masyarakat) sudah menjadi komitmen keseharian Anda? Sudahkah semua yang Anda baca itu lalu bisa melahirkan tulisan berupa konsep dan kebijakan yang selalu berpihak kepada rakyat kecil? Lalu, agar rakyat yakin dengan ketulusan komitmen Anda, tulislah konsep dan kebijakan Anda dalam sebuah buku. Sungguh, kami benar-benar merindukan pemimpin yang bisa menulis buku. Kami rindu pemimpin yang berkualifikasi laksana Soekarno, Hatta, dan Natsir.

Judul: Ilmu Pengetahuan Bisa Topang Keimanan
Lead (Gaya kedua, dengan kutipan pemikat)
“If you think strongly enough,
you will be forced by science to the belief in God”
(Kelvin, fisikawan, 1824-1907).

Penutup:
Singkat kata, ilmu pengetahuan bisa mendatangkan keimanan bagi yang masih belum punya iman. Ilmu pengetahuan bisa menguatkan keimanan bagi yang sudah memiliki iman. Terkait ini, lihat Kelvin di paragraf pembuka tulisan ini. Benar, saat dia berkesimpulan tentang pengaruh kuat ilmu pengetahuan terhadap kepercayaan akan adanya Tuhan. Jadi, jangan pernah berhenti untuk mendalami ilmu.

Secara umum, media membutuhkan artikel sepanjang 6000 karakter. Hanya saja, di masing-masing kadang ada yang kurang atau ada yang lebih dari itu. Usahakanlah, jika mungkin, sesuai dengan ketentuan dari masing-masing media.
Selepas trampil menulis artikel, pekerjaan menulis buku bisa menjadi lebih gampang. Mereka yang sudah terbiasa menulis artikel akan lebih cekatan dalam menghasilkan buku.

Lead (Gaya ketiga, narasi diskriptif):
Sesungguhnya, olok-olok tak mengenal musim. Perilaku terlarang itu telah berlangsung lama dan terus terjadi. Padahal, kerugian yang ditimbulkan oleh olok-olok –dan apalagi bully- sangat besar.

Penutup:
Singkat kata, selalu berilah anak-anak asupan ruhani yang memadai. Ajari anak-anak sikap untuk tak suka mengganggu orang lain. Didik mereka untuk sabar dalam menghadapi berbagai persoalan hidup. Tentu saja, sebagai orangtua, kita harus telah terlebih dahulu mengamalkan hal-hal tersebut.

Hal yang harus dilakukan saat harus merancang dan menulis buku.
·         Tetapkanlah tema yang akan diangkat.
·         Buatlah Daftar Isi.
·         Mulailah menulis.


Hal yang harus dilakuan saat menghimpun artikel menjadi buku.
Tulislah sebanyak mungkin artikel dengan tema sejenis. Misalnya, bertema pendidikan. Setelah, dirasa cukup untuk dijadikan buku, lakukan langkah berikut:

 a).Edit ulang. Sering artikel menggunakan “bahasa Koran”, seperti “kemarin”, “pekan lalu”. Untuk          itu, ubah dengan mencamtumkan tanggal kejadian yang dimaksud.
 b).Jika diperlukan, buatlah rubrikasi. Meski semua berada di rumpun pendidikan, mungkin masih           bisa dikelompokkan lagi dalam bidang yang lebih khusus. Misal, ada rubrik “Spirit Pembelajar di       Semua Musim”, “Menjadi Orangtua Sekaligus Guru”, “Betah di Perpustakaan Keluarga”,                  “Merancang Liburan Bernuansa Pembelajaran” dan “Belajar di Masa Pandemi”.

  

MENULIS RESENSI BUKU  
  • Resensi buku adalah ulasan kritis atas sebuah buku. Di dalamnya minimal berisi identitas buku yang dimaksud, ringkasan isi buku (dipilih bagian-bagian yang paling penting), dan penilaian objektif atas buku itu terkait kelebihan dan kekurangannya.
  • Panduan lengkap dalam menulis Resensi Buku. “Jawablah” sejumlah pertanyaan berikut ini. Tentu saja, jawaban ditulis dalam “gaya artikel”.  
  • Tulislah identitas buku
  • Apa isi ringkas buku?
  • Apakah penulis memiliki kompetensi?
  • Apakah buku itu didukung referensi memadai?
  • Buku itu lebih ditujukan ke segmen pembaca mana?
  • Adakah pengetahuan baru yang disodorkannya, atau sekadar repetisi (pengulangan) dari buku-buku yang sudah ada?
  • Apa kelebihan dan kekurangannya. Misalnya, apakah mudah dipahami oleh semua kalangan? Bagaimana performa fisik buku, menarik?
  • Tepatkah momentum kehadirannya?
  • Berhargakah untuk segera kita baca dan atau miliki?


Ada banyak keuntungan jika kita rajin menulis Resensi Buku. Di antaranya, di saat kita akan menulis buku akan lebih terbimbing karena sering mengkritik karya orang lain. Tentu saja, saat kita menulis buku, tak akan mengulang kesalahan-kesalahan yang telah dibuat oleh penulis-penulis lain.
Demikianlah resume malam ini.

Bekasi, 15 juli 2020

12 komentar:

  1. Mantap Bu..👍👍klo senggang silakan mampir di praptiprayitno.blogspot.com ya Bu🙏

    BalasHapus
  2. keren euy, Mohon komentar bapak dan ibu di blog omjay, terima kasih atas bantuannya, https://membangunpersonalbranding.blogspot.com/2020/07/kata-pengantar-dirjen-gtk-kemdikbud.html

    BalasHapus
  3. Ibu resume keren bangetsudah bisa untuk buku ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih ibu, masih belum sampai 20 Bu..resumenya..

      Hapus
  4. Terimakasih sharingnya kk atas menulis artike, sangat bermamfaat sekali

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama2, terimakasih sudah mampir di blog saya...

      Hapus

Fino