Senin, 13 Desember 2021

Tutup SKP Semester 1

Mulai tanggal 8 sampai 15 Desember, para pegawai di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, di sibukan dengan kegiatan penginputan, realisasi dan tutup SKP semester 1 tahun 2021. Penginputan, realisasi dan tutup SKP semester 1 ini  sesuai Peraturan Kepala BKN nomor 1 tahun 2013. 

Hal ini berdasarkan surat edaran Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 3 Tahun 2021 tentang penyusunan SKP dan Penilaian Kinerja PNS tahun 2021 dan peraturan Gubernur Nomor 75 tahun 2019 tentang Sistem Manajemen Kinerja PNS di lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, dimana setiap PNS melaporkan pelaksanaan aktivitas dan capaian kinerjanya.

Kami para guru SLB yang merupakan bagian dari pegawai di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat juga ikut melaksanakan kegiatan tersebut. Baru hari ini, 13 Desember 2021 kami bersama- sama saling membantu mengerjakan kegiatan ini. Meskipun kami sudah mendapatkan tutorial/cara penginputan dan tutup SKP melalui youtobe, namun ada beberapa yang belum paham. Untuk itu kami bekerjasama saling membantu dalam kegiatan ini. Yang sudah paham, mengajari yang belum paham. Alhamdulilah akhirnya selesai kegiatan ini.

Selesai mengerjakan SKP, kegiatan dilanjutkan dengan rapat persiapan PKKS.
SKP selesai, rapat pun beres.

Jumat, 29 Oktober 2021

Jangan Melarang Tapi Arahkan

Oleh: Kartini 

Inspirasi Pagi
Baca sampai selesai ya mam🥰

Mengapa sejak sebelum Pandemi saya tidak pernah melarang siswa untuk membawa dan menggunakan Handphone?

Banyak yang beralasan handphone dapat merusak dan mempengaruhi perilaku anak. Banyak konten-konten negatif yang dapat merusak anak. 

Dengan alasan di atas, beberapa rekan ada yang kurang setuju jika ada anak yang membawa handphone ke sekolah, namun saya tidak pernah melarang, apalagi memarahi siswa yang membawa handphone. 

Mengapa?
1. Saya selalu mengambil hal positif dari apa yang dilakukan  anak-anak kita. Bisa saja ia membawa handphone agar mudah menghubungi orang tua saat akan pulang atau belum di jemput.

2. Saya tidak melarang namun Saya selalu mengajak para siswa untuk menggunakan handphone dengan bijak dan tidak berlebihan.

3. Saya selalu mengajak siswa untuk memanfaatkan handpont untuk belajar. Misalnya mencari materi di google atau di youtobe atau media sosial lainnya secara bersama- sama. Hal ini adalah untuk melatih dan membiasakan siswa untuk membaca dan memecahkan masalah secara tidak langsung. Sekaligus belajar memanfaat media sosial dengan bijak.

4. Berharap dengan terbiasa menggunakan dan memanfaatkan handpont dengan bijak dan positif di harapkan hasilnya akan positif.

Nah di masa pandemi sekarang ini, handpont tidak lagi di larang tetapi malah diwajibkan. Di sebagian besar daerah yang mudah dijangkau sinyal hampir semua pembelajaran menggunakan handpont.

Bagi anak-anak yang sudah biasa menggunakan handpont, tentu saja hal ini menjadi mudah dan terbiasa.

Menggunakan media sosial dengan bijak dan positif, tidak hanya menghasilkan pengetahuan yang positif, melainkan lebih dari dari itu yaitu dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah dari sana. Sebagai contoh, jika anak suka bermain di youtobe atau tiktok, ajak anak untuk membuat konten- konten yang bagus dan menarik di sana. Tentu saja dengan pengawasan dan arahan dari orang tua, agar anak tidak terjebak membuka konten-konten yang negatif.

Ini salah satu contoh anak disabilitas yang sudah berhasil menghasilkan rupiah dari hoby dan kegiatannya di media sosial.

https://youtu.be/2UhXCfKtn-k

Ia seorang anak disabilitas yang tidak bisa melakukan aktivitas sehari-hari. Ia hanya bisa duduk di kursi roda. Untuk duduk, makan, minum dan semua aktivitas kesehariannya dibantu. Namun kini ia sudah bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah dari kegiatannya di youtobe.

Dan ini, https://vt.tiktok.com/ZSejNH1Fu/ 

Ia seorang disabiltas, yang memiliki bakat melukis, namun ia hanya bisa melukis dengan sebelah kakinya. Pengikutnya ratusan ribu di akun tiktoknya. Dan setiap dia siaran langsung, tidak berhenti ribuan penonton mengirim hadiah yang bisa di konversi untuk dicairkan menjadi uang di rekeningnya. Dari sini seumur hidupnya ia mendapat penghasilan jutaan dari tiktoknya.

Maka dari itu mulai sekarang kita tidak perlu melarang jika anak bermain game atau apapun di handpont atau laptop. Tapi bimbing dan arahkan hoby dan kegemarannya agar dapat bermanfaat bagi dirinya dan orang lain.
 
Semoga Vidio dan tulisan di atas dapat menginspirasi kita semua.
Amin yarobbalalamiin...

Jumat, 01 Oktober 2021

Pantun Hari Batik Nasional


              Oleh: Kartini 
Berteduh di bawah pohon akasia
Sambil lihat burung gelatik
Kalau kita orang Indonesia
Harus bangga pakai batik

Setiap hari bangun pagi
Berangkat kerja naik xenia
Sudah bukan rahasia lagi
Batik diakui seluruh dunia

Di danau banyak angsa
Angsa hewan berbulu cantik
Ingat selalu budaya bangsa
Salah satunya adalah batik

Artis itu orang terkenal
Terkenal sampai benua Asia
Selamat hari batik nasional
Untuk seluruh rakyat Indonesia

Bekasi, 2 Oktober 2021.

Pantun Hari Kesaktian Pancasila

Oleh: Kartini

Rafi Ahmad itu youtober
Dia bukan youtober pemula
Sekarang tanggal satu Oktober
Sebagai hari kesaktian pancasila

Di gunung banyak batuan
Batuan hancur oleh raksasa
Mari kita jaga persatuan
Agar negeri aman sentosa

Disamping Tuan ada Puan
Puan jalan hati-hati
Indonesia negara kesatuan
NKRI harga mati

Perut lapar cepatlah makan
Makanan enak tambah selera
Mari bangkit dari keterpurukan
Indonesia maju rakyat sejahtera

Selamat Hari Kesaktian Pancasila
1 Oktober 2021.

Kamis, 30 September 2021

UNBK DI SLBN BEKASI JAYA

ANBK merupakan singkatan dari Asessment Nasional Berbasis Komputer.

Secara umum, ANBK adalah penilaian yang dilakukan di setiap jenjang sekolah, mulai dari SD, SMP, SMA/SMK termasuk SLB.

Berbeda dengan UNBK yang dilaksanakan pada akhir tahun sekolah, ANBK tidak demikian. ANBK dikerjakan oleh kelas 5 SD, 8 SMP, dan 11 SMA.

Melansir dari laman kemdikbud, pengertian Asesmen Nasional adalah program evaluasi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan atau Kebudayaan untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan memotret input, proses dan output pembelajaran di seluruh satuan pendidikan.

Asesmen Nasional perlu dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Asesmen ini dirancang untuk menghasilkan informasi akurat untuk memperbaiki kualitas belajar-mengajar, yang pada gilirannya akan meningkatkan hasil belajar murid.

Asesmen Nasional ini nantinya dilaksanakan dalam tiga instrumen utama yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM Literasi, Numerasi), survei karakter dan survei lingkungan belajar.

Hari ini Senin 27 September 2021, sekolah kami mengikuti kegiatan ANBK untuk siswa jenjang SMALB dan guru-guru yang mengajar di jenjang SMALB.

Pelaksanaan ANBK untuk siswa mengambil sesi ke dua, yaitu di mulai pukul 10.00 sampai  selesai. Pada kegiatan ini juga kami mendapat kunjungan dari
Kementrian dalam rangka supervisi pelaksanaan ANBK di sekolah kami. Beliau menanyakan terkait kesiapan dan melihat pelaksanaan ANBK hari ini.
Alhamdulilah pelaksanaan ANBK berjalan lancar. Siswa yang mengikuti ANBK berjumlah 7  orang dari yang seharusnya 8 orang. Satu siswa tidak dapat mengikuti kegiatan ini, karena sedang mengikuti kegiatan PON untuk Disabilitas dalam cabang olahraga renang. Yang mengikuti ANBK hari ini adalah mereka yang merupakan siswa kelas 11 SMALB dengan hambatan pendengaran (tunarungu). Setelah siswa selesai melaksanakan ANBK, dilanjutkan oleh para guru. 
Guru-guru yang mengikuti ANBK hari ini adalah guru-guru yang mengajar di jenjang SMALB, yang berjumlah 13 orang, yang sedang melaksanakan piket di sekolah. Selama masa PPKM ini, tidak semua guru hadir di sekolah. Kami di beri jadwal dalam melaksanakan piket tiap minggunya. Begitu juga dengan siswa. Mereka belum semua belajar secara tatap muka. Hanya siswa SMALB kelas 10 yang hari ini hadir belajar tatap muka. Sedangkan yang lainnya belajar dari rumah secara daring.

Kelas 11 yang mengikuti ANBK hari ini mulai datang sebelum pukul 10.00 WIB.
Tepat pukul 10.00 kegiatan di mulai hingga pukul 12.00. Kegiatan berlangsung di ruang komputer yang berada di lantai 2 sekolah kami. Setelah siswa pulang dan proktor istirahat, tepat pukul 13.00 ganti guru-guru yang melaksanakan AN. 

Jumat, 13 Agustus 2021

Vaksinasi Untuk Siswa-Siswi SLB Negeri Bekasi Jaya.

Jumat, 13 Agustus 2021. Hari ini SLB Negeri Bekasi Jaya mengadakan kerjasama dengan Polres Metro Bekasi Kota mengadakan Vaksinasi untuk para siswa yang berusia 12 tahun ke atas.

Vaksinasi di laksanakan di lapangan SLB Negeri Bekasi Jaya Kota Bekasi. Selain memberikan vaksinasi kepada para siswa Polres Metro Bekasi Kota  juga memberikan bingkisan berupa sembako kepada para siswa yang telah selesai melaksanakan vaksinasi. 
Vaksin merupakan suatu antigen atau benda asing yang dimasukan ke dalam tubuh untuk menghasilkan reaksi kekebalan tubuh terhadap penyakit tertentu.

Vaksin biasanya berisi mikroorganisme, misalnya virus atau bakteri, yang sudah mati atau masih hidup tetapi dilemahkan. Vaksin ini berisi bagian mikroorganisme yang bisa merangsang sistem kekebalan tubuh. 

Di mulai dari pengambilan nomor antrian dan  formulir, kemudian di lanjutkan dengan pendaftaran dengan menunjukan KTP dan KK. Setelah itu para peserta mengikuti _screening. Saat _screening_ di cek apakah peserta vaksinasi benar-benar sehat atau tidak. Jika dinyatakan sehat, baru dilakukan penyuntikan.
Selesai di suntik, sambil menunggu kartu vaksin, para peserta menunggu di ruang observasi. Jika kartu sudah selesai siswa di perbolehkan pulang.

Poltres Metro Bekasi Kota menyediakan 140 vaksin. Jumlah siswa dan kerabat serta anak guru yang mendaftar 123 orang, dan selebihnya di peruntukan bagi masyarakat sekitar.

Acara di mulai dari pukul 9.00 hingga pukul 13.00. Alhamdulilah, acara berjalan tertib dan lancar dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat.

Semoga untuk vaksinasi tahap ke 2 September mendatang juga berjalan dengan tertib dan lancar. Dan semoga pandemi ini cepat berlalu. Amin Yarobbalalamiin.

Rabu, 11 Agustus 2021

Memanfaatkan Aplikasi TikTok Untuk Media Pembelajaran.

Di masa pandemi sekarang, seluruh sekolah menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Dua tahun sudah Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau Belajar Dari Rumah (BDR) ini berlangsung. Tentu bukan hal yang mudah untuk menjalani PJJ ini dalam kurun waktu yang cukup lama. Baik bagi guru, siswa terlebih bagi para orang tua siswa. Dengan PJJ ini kita semua di tuntut untuk melek teknologi, sebab sebagian besar sekolah menggunakan pembelajaran daring yang menggunakan berbagai aplikasi. Dari yang awalnya tidak mengenal aplikasi zoom, googlemeet, clasroom hingga tiktok. Kini semua itu menjadi teman bagi para guru, orang tua dan siswa setiap hari dalam belajar.

Di sekolah kami, pada awal dimulainya pemberlakuan pembelajaran jarak jauh, hampir semua guru dan siswa menggunakan aplikasi Whatshap dalam kegiatan belajar mengajar. Kami para guru kelas membuat Whatshap grup kelas di masing-masing kelas. Namun dari aplikasi yang sudah kami gunakan ada beberapa keluhan terkait  masalah penuhnya memori ponsel dengan tumpukan tugas baik video maupun gambar.

Kami mencoba menggunakan zoom dan ada pula yang menggunakan googlemeet untuk menyampaikan materi. Saat menggunakan ini ada yang kesulitan mengakses sinyal. "Bu maaf tidak bisa masuk, muter-muter terus ini sinyalnya". Itu keluhan dari beberapa orang tua siswa. Ada juga yang mengatakan kuota cepat habis jika menggunakan aplikasi ini. Di samping itu juga pembelajaran daring yang berlangsung secara terus menerus ini, sudah pasti menimbulkan rasa bosan dan jenuh, baik bagi guru, siswa dan orang tua.

Sebagai guru, kami tentu saja tidak tinggal diam. Kami terus berusaha memberikan jalan keluar agar pembelajaran secara daring tetap berjalan dengan asyik, menyenangkan dan tidak membosankan.

Suatu hari penulis mengikuti pelatihan bersama Aksarapedia secara daring. Tema dalam pelatihan tersebut adalah " Memanfaatkan TikTok dan Instagram Untuk Migrasi Media Tulisan Serta Sarana Pembelajaran". Dalam pelatihan secara daring tersebut kami para peserta banyak mendapatkan informasi dan masukan tentang aplikasi ini dari Founder Aksarapedia yaitu Kak Raditya Reifananda. Selain itu kami juga langsung praktik bagaimana membuat video pembelajaran melalui aplikasi ini. Bagi penulis ini adalah hal baru, sebab selama ini tidak pernah menggunakan aplikasi tiktok sedangkan instagram penulis gunakan hanya sebatas posting foto-foto saja.

Setelah mengikuti pelatihan ini, mulai terbuka wawasan dan pengetahuan kita. Ternyata aplikasi ini tidak hanya untuk hiburan dan posting foto-foto saja, melainkan banyak ilmu dan pengetahuan serta kreatifitas yang dapat kita gali dan manfaatkan. Terutama bagi para peserta didik kita. Yang mungkin selama ini mereka sudah menggunakannya tanpa sepengetahuan orang tua.

Di awal tahun ajaran baru ini, penulis mencoba untuk menggunakan aplikasi tiktok ini untuk media pembelajaran. Sebelum 
mengunakan aplikasi ini, penulis menanyakan kepada para orang tua terkait kesediaan dan persetujuan mereka, sekaligus  mencari tahu berapa siswa yang sudah menggunakan aplikasi ini sebelumnya.

Dari 13 siswa di kelas 10 SMALB Tunarungu, 6 orang siswa sudah menggunakan aplikasi ini walau tidak aktif posting video. Orang tua mereka pun baru tahu anaknya ternyata sudah menggunakan aplikasi ini  setelah media ini digunakan untuk pembelajaran.

Dari sini dapat kita ambil hikmah dengan menggunakan aplikasi tiktok sebagai media pembelajaran yaitu orang tua dapat lebih memantau penggunaan media sosial putra-putrinya. Yang selama ini orang tua tidak tahu apa yang putra-putrinya lakukan di media sosialnya, tapi sekarang mereka membuka media ini secara bersama-sama untuk belajar.

Semoga penggunaan aplikasi tiktok untuk sarana pembelajaran ini dapat meningkatkan semangat dan motivasi belajar siswa di masa pandemi ini. Selain dari itu juga para orang tua dapat lebih memantau dan mengetahui apa saja yang di lihat putra-putrinya dalam aplikasi ini. 

Penulis menyadari media apapun yang kita gunakan pasti ada kelebihan dan kekurangannya. Namun penulis yakin penggunaan aplikasi ini, setidaknya memberikan suasana baru bagi para siswa. Diharapkan dengan Susana baru ini, dapat membuat para siswa lebih tertarik dan sedikitnya mengurangi rasa bosan dan jenuh menghadapi pembelajaran jarak jauh yang sudah cukup lama ini.