Senin, 15 Februari 2021

Materi B.Inggris cerita Rakyat

Contoh Teks Folktale 1
THE WOLF AND THE LAMB

A lamb was grazing with a flock of sheep one day. She soon found some sweet grass at the edge of the field. Farther and farther she went, away from the others.
          
She was enjoying herself so much that she did not notice a wolf coming nearer to her. However, when it pounced on her, she was quick to start pleading, “Please, please don’t eat me yet. My stomach is full of grass. If you wait a while, I will taste much better.” The wolf thought that was a good idea, so he sat down and waited.

After a while, the lamb said, “If you allow me to dance, the grass in my stomach will be digested faster.” Again the wolf agreed. While the lamb was dancing, she had a new idea. She said, “Please take the bell from around my neck. If you ring it as hard as you can, I will be able to dance even faster.

The wolf took the bell and rang it as hard as he could. The shepherd heard the bell ringing and quickly sent his dogs to find the missing lamb. The barking dogs frightened the wolf away and saved the lamb’s life.

Terjemahan:

Serigala Dan Anak Domba

Pada suatu hari, Domba sedang merumput dengan para kawanan domba. Dia segera menemukan beberapa rumput manis di pinggir lapangan. Semakin jauh ia pergi, jauh dari yang lain.

Dia terlalu asyik sehingga dia tidak melihat serigala mendekat padanya. Namun, ketika menerkam, dia cepat mulai memohon, “Tolong, tolong jangan makan saya belum. Perutku penuh rumput. Jika Anda menunggu beberapa saat, saya akan terasa jauh lebih baik. “

Serigala pikir itu adalah ide yang baik, jadi ia duduk dan menunggu. Setelah beberapa saat, anak domba berkata, “Jika Anda mengizinkan saya untuk menari, rumput di saya perut akan dicerna lebih cepat. “Sekali lagi serigala setuju. Sementara anak domba menari, dia punya ide baru. Dia mengatakan, “Silakan mengambil bel dari leherku. Jika Anda membunyikannya sekeras mungkin, saya akan bisa menari lebih cepat. “

Serigala mengambil bel dan membunyikannya sekeras yang dia bisa. Gembala mendengar bel berdering dan cepat dikirim anjing untuk menemukan domba yang hilang. Anjing menggonggong takut serigala itu dan menyelamatkan nyawa domba.

Contoh Teks Folktale 2
THE LAKE TOBA

A long time ago, there lived a young orphan farmer in the northern part of the island of Sumatra. The area is very dry. Syahdan, the young man lived from farming and fishing. One day he was fishing a fish so beautiful. The color is golden yellow. So holding, the fish turned into a lovely princess. The daughter of a woman who was condemned for violating a ban. He will turn into a kind of creature that first touch. Therefore, human touches it, it turns into a princess.

Fascinated by her beauty, the young farmer’s daughter asked her to be his wife. The proposal is accepted on condition that the young man would not tell its origin from the farmer ikan.Pemuda the terms agreed. After a year, the couple blessed with a boy. He has a bad habit that is never satiated. He ate all the food.

One day the boy was eating all the food from their parents. The young man was very upset saying: “basic offspring of fish!” That statement by itself isterinya.Dengan thus unlock the secrets of their promise has been violated.

His wife and son disappeared mysteriously. The land of their former footing  springs. The water that flows from the spring growing bigger and bigger. And being a vast lake. The lake is now called Lake Toba.

Terjemahan:

Danau Toba

Pada jaman dahulu, hiduplah seorang pemuda tani yatim piatu di bagian utara pulau Sumatra. Daerah tersebut sangatlah kering. Syahdan, pemuda itu hidup dari bertani dan memancing ikan. Pada suatu hari ia memancing seekor ikan yang sangat indah. Warnanya kuning keemasan. Begitu dipegangnya, ikan tersebut berubah menjadi seorang putri jelita. Putri itu adalah wanita yang dikutuk karena melanggar suatu larangan. Ia akan berubah menjadi sejenis mahluk yang pertama menyentuhnya. Oleh karena yang menyentuhnya manusia, maka ia berubah menjadi seorang putri.

Terpesona oleh kecantikannya, maka pemuda tani tersebut meminta sang putri untuk menjadi isterinya. Lamaran tersebut diterima dengan syarat bahwa pemuda itu tidak akan menceritakan asal-usulnya yang berasal dari ikan.Pemuda tani itu menyanggupi syarat tersebut. Setelah setahun, pasangan suami istri tersebut dikarunia seorang anak laki-laki. Ia mempunyai kebiasaan buruk yaitu tidak pernah kenyang. Ia makan semua makanan yang ada.

Pada suatu hari anak itu memakan semua makanan dari orang tuanya. Pemuda itu sangat jengkelnya berkata: “dasar anak keturunan ikan!”Pernyataan itu dengan sendirinya membuka rahasia dari isterinya.Dengan demikian janji mereka telah dilanggar.

Istri dan anaknya menghilang secara gaib. Ditanah bekas pijakan mereka menyemburlah mata air. Air yang mengalir dari mata air tersebut makin lama makin besar. Dan menjadi sebuah danau yang sangat luas. Danau itu kini bernama Danau Toba.

Contoh Teks Folktale 3
SANGKURIANG

In ancient times, there is a princess in West Java named Dayang Sumbi. She had a son named Sangkuriang.

Sangkuriang was a boy who liked to hunt and when hunting, he was always accompanied by his dog named Tumang. Despite a Dog, Tumang actually an incarnation of the god and the father of Sangkuriang.

One day, he got mad at Tumang for not pursuing the animals. Because of so angry, he then expelled Tumang so the dog went into the woods.

He then returned to the palace and told the incident to her mother. Dayang Sumbi was so angry and hit his head. Sangkuriang then disappointed and he decided to wander.

After hitting Sangkuriang, Dayang Sumbi felt so sorry and she always prayed and meditated to get forgiveness from God. One day, God gave a gift because she was so diligent in praying. The prize is a timeless beauty that would make Sumbi Dayang becoming young forever.

After wandering for a dozen years, Sangkuriang returned home. When he reached the kingdom, all had changed. He did not know what was happening. One day, he met a girl who was so beautiful. The girl was actually a Dayang Sumbi, his own mother.

Sangkuriang fell in love with the girl and then proposed her. Because of the handsomeness that was owned by Sangkuriang, then Dayang Sumbi also fell in love. One day, Sangkuriang want to hunt and he asked Dayang Sumbi to fix the headband. However, Dayang Sumbi surprised that her future husband had a head injury. Dayang Sumbi then realized that was the same injury as her son who wandered away. She then noticed Sangkuriang face, and she was more surprised to realize that her husband was Sangkuriang, her own son.

After those happenings, she immediately looked for ways to thwart the plan of making a proposal. She then proposed two requirements to Sangkuriang. First, Sangkuriang should stem the Citarum River. Secondly, she asked Sangkuriang to make a big canoe to cross the river. Both of those conditions should be finished before sunrise.

At night, Sangkuriang asked for help to spirit creatures to complete all the work. Dayang Sumbi secretly peeked at the job. Once the work was almost complete, Dayang Sumbi ordered his forces to hold a very long red carpet to the east of the city.

The carpet made ​​the light became red and Sangkuriang thought that the sun had risen. He stopped his work and was very upset because all could not meet the requirements posed by Dayang Sumbi. Using his strength, Sangkuriang broke the dam and the city became flooding. His big canoe then crashed upside down and changed into a mountain named, Tangkuban Perahu.

Terjemahan:

Sangkuriang

Pada zaman dahulu, ada seorang puteri Raja di Jawa Barat yang bernama Dayang Sumbi. Ia mempunyai seorang putera yang bernama Sangkuriang.

Sangkuriang adalah seorang anak yang gemar berburu dan ketika berburu, ia selalu ditemani oleh anjing kesayangannya yaitu Tumang. Meskipun seekor Anjing, Tumang sebenarnya adalah titisan dewa dan bapak Sangkuriang.

Pada suatu hari, ia marah kepada Tumang karena tidak mau mengejar hewan buruan. Karena begitu marah, ia kemudian mengusir Tumang sehingga anjing tersebut pergi ke dalam hutan.

Ia kemudian kembali ke istana dan menceritakan kejadian tersebut kepada ibunya. Dayang Sumbi begitu marah dan memukul kepala Sangkuriang hingga terluka. Sangkuriang kemudian kecewa dan ia pergi mengembara.

Setelah memukul Sangkuriang, Dayang Sumbi merasa menyesal dan ia selalu berdoa serta bertapa untuk mendapatkan ampunan dari Dewa. Pada suatu hari, Dewa memberikan sebuah hadiah karena ia begitu rajin berdoa. Hadiah tersebut adalah kecantikan abadi sehingga Dayang Sumbi akan muda selamanya.

Setelah mengembara selama belasan tahun, Sangkuriang pulang ke kampung halamannya. Ketika sampai di kerajaannya, ternyata semua sudah berubah. Ia tidak mengetahui apa yang terjadi. Suatu hari, ia bertemu dengan seorang gadis kerajaan yang begitu cantik. Gadis tersebut sebenarnya adalah Dayang Sumbi, ibunya sendiri.

Sangkuriang jatuh cinta kepada gadis tersebut dan kemudian melamarnya. Karena ketampanan yang dimiliki oleh Sangkuriang, maka Dayang Sumbi juga jatuh cinta. Pada suatu hari, Sangkuriang ingin berburu dan ia meminta Dayang Sumbi untuk membenahi ikat kepalanya. Tetapi, Dayang Sumbi terkejut karena calon suaminya mempunyai luka di kepala. Dayang Sumbi kemudian menyadari bahwa luka tersebut sama dengan luka anaknya yang pergi merantau. Ia kemudian memperhatikan wajah Sangkuriang, dan ia semakin terkejut karena menyadari bahwa calon suaminya adalah Sangkuriang, anaknya sendiri.

Setelah semua kejadian itu, ia segera mencari berbagai cara untuk menggagalkan rencana peminangan. Ia kemudian mengajukan dua syarat kepada Sangkuriang. Pertama, Sangkuriang harus membendung sungai citarum. Kedua, ia meminta Sangkuriang untuk membuat sebuah sampan besar untuk menyeberangi sungai tersebut. Kedua syarat tersebut harus dipenuhi sebelum matahari terbit.

Pada malam hari, Sangkuriang meminta bantuan mahkluk-mahkluk gaib untuk menyelesaikan semua pekerjaannya. Dayang Sumbi pun diam-diam mengintip pekerjaan tersebut. Begitu pekerjaan itu hampir selesai, Dayang Sumbi memerintahkan pasukannya untuk menggelar kain sutra merah di sebelah timur kota.

Karpet tersebut membuat cahaya menjadi merah dan Sangkuriang mengira bahwa matahari sudah terbit. Ia menghentikan pekerjaannya dan sangat marah karena tidak dapat memenuhi syarat yang diajukan oleh Dayang Sumbi. Menggunakan kekuatannya, Sangkuriang menjebol bendungan dan terjadi banjir besar di seluruh kota. Sampan besar yang telah dibuatnya kemudian jatuh terbalik menjadi sebuah gunung yang bernama, Tangkuban Perahu.

Silahkan download soal latihan mengenai folktale pada link di bawah ini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar