Rabu, 29 Juli 2020

Resume

Strategi Pemasaran Buku Dimasa Pandemi

Bersama Agus Subardana


Kelas menulis malam Jumat, 9 Juli 2020, menghadirkan pemateri hebat yaitu seorang Direktur Pemasaran  Penerbit Andi yaitu bapa Agus Subardana. Malam ini beliau memaparkan materi tentang:
Strategi Pemasaran buku dimasa pandemi.


Menurut Pa Agus  dampak yang ditimbulkan dari terjadinya  Pandemi Covid 19 terhadap kegiatan pemasaran atau pun  penjualan buku, ialah ; 
1.  Penutupan seluruh Jaringan toko buku  di Indonesia selama kurun waktu 4 bulan.
2. Banyak orang yang takut datang ke toko buku maupun  mall-mall.
3. Terjadi penurunan omzet toko buku, berkisar antara  70 % s/d 80 %.
4. Berhentinya kegiatan Pendistribusian buku oleh penerbit ke toko - toko buku, hingga penerbit buku 
    yang mengalami gulung tikar.

Hal itu dapat kita perhatikan diagram Garis Trend pengunjung Toko Buku Gramedia di bawah ini !


Terjadi  penurunan pengunjung  yang sangat signifikan pada awal pandemi yaitu bulan Maret, kemudian disusul Bulan april dan mei yang kian merosot. Lalu pada bulan juni terjadi kenaikan sedikit dimana mulai diberlakukan New Normal setelah masa PSBB dan kian membaik pada bulan Juli ini.

Oleh karena masa pandemi yang tidak diketahui kapan berakhirnya ini, bagian marketing memandang perlu melakukan changing starategy pemasaran buku, denghan melakukan gebrakan melalui cara baru, Yaitu dengan Transformasi Digital yang dibarengi digital Marketing dalam pemasarannya. 

Mengingat kita memasuki era  Low Talk ekonomi yaitu era baru yang ditandai  dengan minimnya interaksi  antara individu, Perhatian intens pada kesehatan yang tinggi, menghindari sentuhan fisik secara langsung, dan pengecekan suhu tubuh sepanjang waktu. Perubahan macam ini tentunya akan sangat berdampak terhadap banyak hal mulai dari interaksi ditempat kita kerja, cara belajar mengajar, jika kita seorang pendidik, hingga pada aktivitas sosial.

Digital Marketing dilakukan guna membantu meningkatkan angka penjualan buku dan tetap exist. 



Dimana  manfaat dari Digital Marketing ini diantaranya adalah:
1. Biaya Murah
2. Jangkauan Luas
3. Mudah menentukan target pasar sesuai kategori
4. Komunikasi dengan konsumen terjalin mudah
5. Lebih mudah di evaluasi dan di kembangkan
6. Cepat populer
7. Meningkatkan penjualan.

Selain dari itu ada beberapa langkah  Stategi Pemasaran yang bisa dilakukan guna meningkatkan angka penjualan buku agar tetap exist, diantaranya yaitu

1. Bekerja sama dengan market place, dalam menunjang pemasaran buku, market place di Indonesia  
    banyak sekali, seperti : Buka Lapak, Tokopedia, Shopee, Bli-bli.com, Lazada,dll.
2. Mendekati komunitas-komunitas, seperti komunitas novelist, komunitas guru, yang akan 
    menginformasikan mengenai produk yang di terbitkan.
3. Memberikan penawaran promo khusus ataupun rabat yang lebih terhadap konsumen (diskon).
4. Mengadakan event seperti webinar online lewat WA, Zoom, dll. Sebagai sarana promosi industri 
    buku.
5. Menjadi brand yang tanggap situasi dan empati, cepat merespon dan cepat mengirim setelah 
    transaksi, cepat dan tanggap serta terukur dan terencana dalam menghadapi komplain. 
6. Menerapkan Sistem mobile marketing menggunakan internet.
7. Menerapkan email marketing. 
8. Melakukan personalis marketing, yang mampu mengidentifikasi karakteristik konsumen secara 
    personal.


Buku-buku yang laku di toko buku diantaranya adalah:
Posisi teratas ditempati Buku Novel dengan besar kontribusi 16,59 persen, kemudian Buku tentang Anak 13,63 persen. Sedangkan buku-buku tentang Science dan Nature hingga Crafts and Hobbies hanya memberi kontribusi 0, sekian persen. 

Untuk buku-buku yang berkaitan dengan pendidikan, Penerbit berpeluangan besar mensupley dan  menyalurkan buku-buku ke Sekolah terkait dengan adanya Kebijakan yang berkenaan dengan dana Bos (Bantuan Operasional Sekolah) , untuk pengembangan perpustakaan sekolah.

Penerbit Andi juga melayani pembelian buku melalui SIPlah (Sistem Informasi Pelayanan Sekolah) melalui market place nya yaitu Blanja.com dan Bli-bli.com.
Adapun buku - buku yang di sediakan oleh penerbit Andi, ialah:
1. Buku teks K13, Buku pelajaran Pendamping, dan buku Peminatan.
2. Buku Pelajaran SMK untuk kelompok C2, C3.
3. Buku Ajar Informatika Kelas 4,5,6,7,8,9,10,11, dan 12.
4. Buku Perpustakaan baik fisik dan eBook.
5. Alat-alat olahraga dan alat-alat kesenian.
Kesimpulan dari materi kali ini ialah, Usaha Penerbitan Buku harus memiliki Strategi Pemasaran baru yang terencana dengan matang guna meningkatkan hasil penjualan buku.
Because if we have Good Strategy that is a good  way to reach success fastly.



Sabtu, 25 Juli 2020

Resume, Jumat 24 Juli 2020

Menulis Melalui Aplikasi Writer Plus
Oleh: Kartini,S.Pd
Kelas menulis hari Jumat, 24 Juli 2020 kali ini menghadirkan nara sumber cantik yang tak kalah hebat dengan nara sumber sebelumnya, beliau adalah Ibu Sri Melni, beliau seorang guru di SMPN 1 Gunung Talang, Sumatra Barat. 

Beliau adalah seorang guru yang gemar menulis buku, penggiat literasi, dan juga aktif di organisasi Bundo Kanduang.

Pada pertemuan kali ini beliau memaparkan materi tentang cara menulis dengan suara menggunakan aplikasi writer plus.

Writer plus adalah sebuah aplikasi yang digunakan untuk menulis melalui rekam suara. Aplikasi ini dapat di unduh di playstore.

Langkah untuk menggunakan aplikasi ini yaitu:
1. Buka playstore
2. Instal aplikasi writer plus di playstore
3. Setelah terinstal buka aplikasi tersebut.

Adapun cara menggunakan aplikasi ini adalah sebagai berikut:
1. Jika aplikasi sudah terinstal buka aplikasi tersebut
2. Tekan tanda tambah yang berwarna hijau toska yang ada di pojok kanan bawah
3. Di keyboard ada tanda mikropon, maka tekan dan mulailah berbicara
4. Apa yang kita ucapkan akan tertulis secara otomatis di hp 
5. Setelah terekam dan menjadi tulisan, jika ingin menjadikan ke word, klik garis tiga di sudut kanan atas, lalu share
6. Sebelum dishare, ubah terlebih dahulu dalam bentuk teks
7. Jika sudah dalam bentuk teks, langsung copy ke dalam mik word di laptop untuk di edit 

Aplikasi ini sangat mudah penggunaannya, bila kita dalam perjalanan dan ingin menulis, kita bisa langsung menuangkan ide dengan suara dan akan muncul tulisan ide kita tersebut.

Ayo temam-teman kita menulis, karena menulis itu mudah, semudah berbicara. Tulislah apa kita lihat, apa yang kita dengar, apa yang kita rasakan dan apa yang kita alami, karena semua itu adalah inspirasi kita untuk menulis.
Selamat menulis.
Bekasi, Juli 2020

Rabu, 22 Juli 2020

Naik Pangkat

Kisah Sembilan Pejuang Berkas
Oleh: Kartini

Kenaikan pangkat bagi pegawai negeri khususnya guru adalah sebuah hal yang sungguh merepotkan dan membutuhkan banyak persyaratan yang bisa dianggap tidak mudah dan butuh waktu dan tenaga yang lumayan menguras andrenalin😃

Mengapa dikatakan tidak mudah?
Sebab dalam proses kenaikan pangkat golongan untuk pegawai negeri khususnya guru, harus memenuhi angka kredit yang telah dipersyaratkan.

Misalnya untuk golongan 3c yang ingin naik ke golongan 3d, angka kredit yang dibutuhkan adalah 300 dan untuk memenuhi nilai angka kredit ini, prasyaratnya adalah  seorang guru sudah melaksanakan kegiatan unsur utama dan unsur penunjang.

Unsur utama yaitu berupa kegiatan belajar mengajar dan administrasinya yang telah dilaksanakan guru tersebut selama kurun waktu maksimal 5 tahun. Untuk unsur utama ini, tentu saja bagi setiap guru yang sudah aktif mengajar, tentu sudah terpenuhi. Namun selain unsur utama, untuk kenaikan pangkat ini, seorang guru juga harus memenuhi unsur penunjang.

Dalam unsur penunjang ini seorang guru harus memiliki nilai pengembangan diri sebanyak 3 poin dan nilai publikasi ilmiah sebanya 6 point', untuk golongan 3c ke 3d. 
Untuk nilai unsur utama dan unsur penunjang berbeda untuk setiap golongan dan untuk persyatan ini bisa dilihat dalam buku 4 yang menjelaskan tentang kenaikan pangkat untuk guru.

Dalam pengembangan diri seorang guru yang memiliki golongan 3c yang ingin naik ke 3d harus sudah mengikuti minimal 3 kali kegiatan diklat fungsional yang memiliki sertifikat berjumlah jam minimal 32 jam.

Sedangkan untuk publikasi ilmiah yang dipersyaratkan untuk golongan 3c ke 3d adalah berupa karya tulis, baik penelitian tindakan kelas, makalah ilmiah, buku ataupun buku pedoman guru. 

Untuk penelitian tindakan kelas memiliki nilai 4 point, sementara untuk makalah memiliki nilai 2 point, sedangkan untuk karya buku ini berbeda nilainya ada yang 4 ada yang 3, tergantung jenis bukunya.

Diatas telah saya katakan bahwa kenaikan pangkat bagi Pegawai negeri khususnya guru, sebuah hal yang tidak mudah, sebab untuk mempersiapkan berkas yang harus dilampirkan dalam penilaian cukup menguras tenaga dan waktu, bahkan ada yang begadang sampe jam 12 malam😃

Diawal bulan Juli ini, beberapa teman termasuk saya disibukan dengan kegiatan kenaikan pangkat tersebut, namun ada beberapa teman yang tidak mengajukan dengan alasan belum mempunyai persyaratan yang cukup, ada yang belum memiliki PTK, ataupun publikasi ilmiah dan pengembangan diri lainnya.

Proses  kenaikan pangkat ini diawali dengan pengisian opak.

Opak ( Online penilaian angka kredit ) adalah sebuah aplikasi yang diluncurkan oleh dinas pendidikan Jawa barat untuk mengajukan kenaikan pangkat secara mandiri.

Jadi dalam hal ini, guru yang akan mengajukan kenaikan pangkat harus menginput sendiri nilai pak terakhirnya, berikut unsur utama dan unsur penunjang yang sudah dimilikinya. Setelah di input disitu akan terlihat nilai yang diperoleh guru yang bersangkutan, apakah nilainya telah mencukupi atau masih kurang. Jika telah mencukupi, maka guru tersebut tinggal melengkapi berkas- berkasnya, namun jika masih kurang tentu saja guru tersebut harus memenuhi kekurangannya tersebut.

Setelah selasai menginput opak dan melengkapi berkas, tahap selanjutnya kami mengirimkan berkas ke kantor cabang dinas untuk di verifikasi, jika berkas lolos verifikasi di kantor cabang dinas, tahap selanjutnya berkas tersebut dibawa ke kantor dinas pendidikan di Bandung untuk dinilai oleh tim penilai.

Dalam penilaian ini antara apa yang kita input di opak dengan berkas yang kita lampirkan harus sesuai. 

Untuk mengetahui apakah pengajuan kenaikan pangkat kita diterima atau ditolak, kita dapat membuka kembali aplikasi opak tersebut.

Dan akhirnya Alhamdulilah pengajuan kenaikan pangkat dari sembilan pejuang berkas ini, empat diantaranya diterima.

Dan siang ini kamipun langsung meluncur ke Kantor Cabang Dinas Wilayah untuk mengambil PAK kami.

Itulah sekelumit kisah kami dalam proses kenaikan pangkat kali ini, selamat untuk teman yang berhasil lolos, dan untuk teman yang belum lolos, Insya Allah maju lagi di bulan Oktober dan lolos ya, Aamiin yarobbalalamiin...
Tetap semangat dan yakin pasti bisa💪😍

Senin, 20 Juli 2020

Resume Kelas Menulis


Langkah-langkah Menulis Buku Bersama Akbar Zainudin
Oleh : Kartini, S.Pd



Nara sumber kelas menulis Bersama Om Jay, PGRI dan Penerbit Andi malam ini adalah Bapa Akbar Zainudin, beliau penulis buku Man Jadda Wajada. 

Pekerjaan  sehari-hari beliau  adalah mengajar. Beliau  mengajar di berbagai lembaga sebagai trainer. 
Baik di sekolah, pesantren, perguruan tinggi, instansi pemerintah, maupun swasta. 

Materi yang  dikuasainya berkisar pada motivasi, diantarnya motivasi belajar, motivasi menulis, motivasi bekerja, motivasi mengajar, motivasi berwirausaha, dan motivasi hidup. 

Satu titik penting perubahan dalam hidupnya adalah pada saat beliau menulis buku yang pertama, "Man Jadda Wajada". Dari situ beliau bergerak lebih jauh mengembangkan Man Jadda Wajada menjadi buku dan materi pelatihan. 

Dari Man Jadda Wajada inilah akhirnya  membuat beliau bisa berkeliling ke-33 Provinsi di Indonesia. Satu provinsi yang belum beliau kunjungi adalah Papua. 






Pada malam ini beliau akan memaparkan tentang  "Langkah-Langkah dalam Menulis Buku", 
Berikut pemaparan beliau tentang langkah-langkah menulis buku. 

Menurut Pa Akbar Zaenudin ada enam langkah dalam menulis buku, keenam langkah tersebut dapat di singkat dalam rangkaian huruf  TOJTRP.

1. TEMA
Tentukan TEMA tulisan. Setiap buku harus punya tema besar, baik buku fiksi maupun non fiksi. 

Tema akan menjadi rel yang mengikat kita dari awal tulisan hingga akhir. Tema ini satu saja. Misalnya kerja keras, romantisme, cara belajar, dan sebagainya. 

Untuk buku Pa Akbar, kebanyakan  buku-buku motivasi. Kalau buku Asma Nadia, Novel. Ahmad Fuadi, Novel tentang pesantren dan kerja keras. 

Bolehkah satu orang menulis berbagai tema buku? Menurut beliau , karena ini terkait dengan “branding”, kita harus  fokus menulis satu tema tertentu, agar kita dikenal ahli dalam tema tersebut. Kalau temanya berubah-ubah, nanti orang bingung, kita ini sebenarnya ahli dalam bidang apa?

2. OUTLINE atau DAFTAR ISI. 
Buatlah Outline, outline ini berguna untuk:
  • Agar tulisan kita terarah.
  • Bisa buat jadwal dan target.
  • Menghindari "ngeblank" pada saat menulis. 
  • Agar bukunya selesai. 

Kalau tidak ada daftar isi, akan sulit buku kita bisa selesai. Inilah salah satu hal penting yang sering diabaikan orang. Merasa sudah tahu apa yang ditulis, akhirnya tidak ada outline dan langsung menulis. Akibatnya, tulisannya tidak terarah, “melenceng” dan “lari” ke mana-mana, tidak tahu jalan akhirnya. 

Bukunya akan selesai? Tentu tidak. Banyak ide itu bagus, tetapi yang jauh lebih bagus adalah ide yang difokuskan. Cara memfokuskan ide adalah dengan membuat outline. 

Untuk mengembangkan daftar isi (outline) ini ada caranya, baik buku fiksi maupun non fiksi, yaitu 
    A. Untuk Buku Non Fiksi
         Gunakan prinsip dasar 5W dan 1H. 

           WHAT: 
           Ini terkait pengertian, definisi, pembagian, jenis-jenis, dan sebagainya. 

            WHY:
            Ini adalah tentang alasan (mengapa) buku ini ditulis, tujuannya apa dan manaatnya apa. 

            HOW
            How ini berbicara tentang bagaimana, tips and trick, strategi, langkah-langkah, dan sebagainya. 

            Untuk 2 W yang lain, yaitu Where dan When bisa tidak digunakan. 

            CONTOH. 

            Tema: Santri dan Menulis

            WHAT

  •  Santri dan keterampilan menulis. 
  •  Keterampilan apa saja yang dibutuhkan agar bisa menulis.
  •  Para ulama dan karya mereka dari masa lampau.
  •  dan seterusnya. 

            MENGAPA?
  • Mengapa Santri Harus Menulis?
  • Tujuan Menulis.
  • Tantangan Mengapa Santri Harus Bisa Menulis.
  • dan seterusnya.

           HOW?

  • Bagaimana cara menulis?
  • Bagaimana membangun disiplin menulis?
  • Tips and Tricks Menjadi Penulis.
  • dan seterusnya.


        B. Untuk Buku Fiksi
                Pertama: Who? Siapa saja tokoh-tokohnya. 

                Tentukan tokoh-tokoh yang akan menjadi bagian dari cerita.

                 Misalnya, ayah, ibu, teman, guru, dan sebagainya. 

                 Kedua: Karakter.
                 Gambarkan profil setiap tokoh dengan sifatnya masing-masing. 

                Ketiga: Plot atau Alur Cerita.
                Gambarkan alur cerita dari awal hingga akhir. Potongan ceritanya seperti apa. Di mana akan                 membangun cerita emosionalnya, di mana sedihnya, di mana senangnya. 
                Terus ending cerita seperti apa, apakah happy ending, sad ending, dan sebagainya.


Menurut Pa Akbar membuat outline ini bisa langsung dituliskan outlinenya atau bisa dengan beberapa alat bantu. Biasanya beliau menggunakan mindmap untuk membantu membuat daftar isi. 

Apakah wajib? Tidak harus. namun tetap  harus ada, agar  ada rel ke mana tulisan kita, biar selalu ada arah kalau kita menemui jalan buntu, dan ini yang paling penting, bisa membuat jadwal agar buku cepat selesai.

CONTOH OUTLINE

Buku  "Man Jadda Wajada".

Buku ini adalah buku dengan tema motivasi umum, motivasi hidup. 

Di sini ada konsep dasar 5W dan 1H. 

Beliau memulai dengan WHY, kalau terkait motivasi, penjabaran tentang WHY bisa digambarkan sebagai berikut: 

  • Mengapa motivasi itu penting dalam hidup.
  • Motivasi apa yang membuat orang tergerak untuk berubah.
  • Apa tujuan hidup seseorang?
  • Mengapa orang harus berubah?
  • Darimana perubahan itu bisa dimulai?
  • Apa saja yang harus diubah?

Setelah Why, hal kedua yang terpikir adalah What.

Hal-hal yang terpikir dalam kategori What adalah:

  •  Apa itu sukses?
  • Langkah-langkah apa saja yang harus dijalani agar kita bisa sukses?
  • Potensi diri, kelebihan dan kekurangan.
  • Memahami bahwa sukses itu bisa kita dapatkan. 

Setelah Why, hal ketiga yang saya coba jabarkan adalah How. Ini tentang bagaimana, strategi, langkah-langkah, tips & Trick, dan juga action. 

Penjabarannya: 

  • Bagaimana bermimpi besar.
  • Bagaimana membuat rencana (action plan).
  • Bagaimana berani memulai.
  • Menjadi kreatif.
  • Membangun momentum berubah.
  • Kapan harus memulai?

Nah, ketiga hal itulah yang akhirnya menjadi dasar outline buku beliau "Man Jadda Wajada.

Buku lain yang dibedah outline  adalah buku "Ketika Sukses Berawal dari Pesantren". Target buku ini adalah para santri, umur SMP dan SMA. 

Karena itu, buku ini harus sederhana, ringan, bisa dibaca oleh pembaca dalam rentang umur tersebut, dan tetap bobot isinya tinggi. 

Beliau mulai dengan cara yang sama; menguraikan What, Why, dan How.

  •  Apa itu sukses. 
  •  Apakah bisa anak pesantren itu sukses?
  •  Kisah-kisah sukses alumni pesantren. 
  •  Sukses itu apa menurut pesantren?
Satu lagi bukunya yang dibedah outlinenya yaitu buku UKTUB, Beliau membagi buku UKTUB ini dalam beberapa bagian besar yaitu:

  • Sikap Mental
  • Motif Menulis
  • Mencari Ide
  • Apa yang Ditulis
  • Bagaimana Menulis
  • Mengenal Pembaca
  • Mengenal Penerbit. 

Dari poin-poin inilah beliau kembangkan menjadi daftar isi. Daftar isi yang cukup lengkap. Daftar isi ini lalu beliau tuliskan satu per satu, maka jadilah buku "Ketika Sukses Berawal dari Pesantren".


3. JADWAL 
     Buatlah jadwal penulisan.

Kalau daftar isi sudah dibuat, misalnya ada 30 judul artikel atau plot cerita, mulailah membuat jadwal secara riil. Katakan 1 tulisan jadwalnya seminggu selesai, buatlah jadwalnya dari 30 tulisan itu kapan mau selesai. 

Dengan kita membuat jadwal, maka akan memudahkan kita untuk mengontrol dan mengevaluasi dari hasil tulisan kita.

Caranya yaitu:
  •  Buatlah tabel dengan 4 kolom, yang berisi No-Judul Artikel-Target Lama Menulis-Tanggal-Keterangan
  • Isi Nomer 
  • Isi Judul Artikel
  • Perkirakan Berapa Lama (Berapa Hari) Artikel akan Ditulis
  • Buat sesuai dengan tanggal yang ada saat ini. 
  • Isi Keterangan dengan apakah sudah selesai ditulis atau belum.  

4. TULISKAN. 
 
Outline sudah ada, jadwal juga sudah ada. Berikutnya adalah tuliskan sesuai outline dan jadwalnya. 

Di sini, disiplin diri dan komitmen yang akan menentukan apakah tulisan kita akan selesai atau tidak. 

Tulis dan selesaikan semua judul artikel terlebih dahulu. Jangan terpaku untuk satu tulisan sampai sempurna.


5. REVISI. 

Revisilah tulisan kalau semua draft tulisan sudah selesai. Jangan terpaku hanya satu judul sampai sempurna. 

Kalau kurang-kurang sedikit, tidak apa-apa. Tahap pertama adalah menyelesaikan semua draft buku. 

Tahap kedua, baru revisi. Apa saja yang direvisi? Yang harus direvisi diantaranya dalah:

  • Data dan informasi yang kurang. 
  • Tata Bahasa
  • Gaya Tulisan. Disamakan dari awal hingga akhir. 
  • Judul-judul artikel. Buatlah judul-judul yang menarik.

6. PENERBIT 

Apa yang menadi pertimbangan penerbit?Paling utama adalah bukunya laku atau tidak. Ini menyangkut kebutuhan masyarakat pembaca.

Apakah pembaca butuh buku kita? 
Siapa yang butuh? Berapa banyak orang yang butuh? 
Buku kita menjawab kebutuhan apa?

Semakin besar kebutuhan masyarakat akan buku kita, maka peluang diterbitkan semakin besar. 

Karena itu, sebagai penulis kita mesti memahami buku kita siapa yang akan beli, dan siapa yang kira-kira akan baca. 

Hal kedua adalah apa yang bisa membedakan buku kita dari buku sejenis. 

Apa kelebihan kita dibandingkan dengan buku sejenis? 

Kita harus mampu menjawab pertanyaan ini. Karena hal itu yang akan menjadi pertanyaan dan juga pertimbangan penerbit. 

Ketiga, pertanyaan penerbit adalah, apa yang akan Anda lakukan untuk membantu pemasaran buku? 

Harus punya jawabannya. Misalnya iklan di Medsos, Seminar, Pelatihan, Diskusi Buku, Membangun Komunitas, Dan Sebagainya. 
Apakah perlu membayar kepada penerbit? 

Kita tidak perlu membayar ke penerbit. Bahkan kita mendapatkan uang ROYALTI. Rata-rata royalti adalah 10% dari buku yang terjual. 

Bagaimana cara mengirim naskah?

  • Naskah harus sudah jadi. 
  • Diprint, dikirim dengan hard copy dan soft copy dalam bentuk CD atau Flash Disk

Berapa lama? Kabar diterima atau tidak sekitar 3 bulan.